"Pasca penghitungan hasil suara oleh KPU, umat Islam sebagai mayoritas juga harus mampu berperan dalam membangun dan menjalin perdamaian," kata Sekretaris MUI Banten, KH Amas Tajuddin.
Kepada pemuda dan mahasiswa, Amas meminta untuk mengedepankan intelektualitas dan tak mudah terprovokasi. Sementara kepada pihak yang berkompetisi, dan merasa ada pelanggaran dalam proses Pilpres, sebaiknya dilaporkan kepada penyelanggara pemilu atau penegak hukum.
Pernyataan Amas ini disampaikan dalam diskusi dengan tema "Meretas Perdamaian Pasca Pilpres 9 Juli 2014." Diskusi yang digelar oleh Forum Komunikasi Pemuda dan Mahasiswa Banten (FKPMB) ini dilaksanakan pada Selasa (15/7), dengan dihadiri oleh 75 kelompok mahasiswa dan tim kampanye capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK wilayah Banten.
Pembicara lain dalam diskusi ini, Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Mohamad Hudaeri, mengatakan bila demokrasi pada dasarnya mengatur kelanjutan pemerintahan secara damai. Namun adanya perbedaan hasil quict count lembaga survei berakibat masing-masing pasangan capres mengklaim sebagai pemenang.
"Jika tidak disikapi dengan bijaksana bisa berakibat perpecahan dalam masyarakat yang dampak buruknya dapat dirasakan oleh masyarakat maupun pemerintah," katanya, sambil memuji upaya FKPMB ini bisa meredam gejala konflik tersebut.
[ysa]
BERITA TERKAIT: