"Terutama mengintervensi kemenangan Jokowi pada hasil
quick count. Jika memang menang, ya akan tetap menang," kata Presedium Komite Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi, Haris Pertama, beberapa saat lalu (Kamis, 17/7).
Haris tak main-main. Dua hari ini Kamerad aktif menggelar aksi di depan gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Rabu kemarin (16/7), ratusan massa kamerad menggelar aksi dan meminta KPU tidak melakukan intervensi apapun terhadap keputusan final penghitungan suara pada 22 Juli nanti.
"Jangan sampai kemudian, ada anggapan jika KPU sudah masuk angin," ungkap Haris.
Menurut Haris, saat ini Kamerad menduga ada banyak pihak yang kini tengah masuk ke dalam KPU untuk memenangkan salah satu pasangan. Haris pun mengaku aneh kepada salah satu pihak yang mengklaim lembaga survei yang memenangkan kubu Jokowi-JK telah melakukan keberpihakan.
"Hari ini banyak yang protes tentang quick count. Kenapa hari ini Jokowi menang quick count itu diharamkan. Pileg-pilgub lalu tidak ada sepeerti ini. Saya yakin ada salah satu quick count yang berpihak dan tidak independent," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: