Pelacur Kelas Atas Pembunuh Eksekutif Google di Yacth Hadapi Persidangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 10 Juli 2014, 14:10 WIB
Pelacur Kelas Atas Pembunuh Eksekutif  Google di Yacth Hadapi Persidangan
Alix Catherine Tichleman/cnn
rmol news logo Seorang wanita yang ditangkap atas kasus pembunuhan dengan menyuntikkan heroin hadir di persidangan perdananya pada Rabu (9/7).

Wanita bernama Alix Catherine Tichleman itu digambarkan oleh polisi sebagai seorang pelacur kelas atas. Ia diduga membunuh seorang eksekutif di perusahaan Google yang bekerja di Silicon Valley, Forrest Timothy Hayes.

Keduanya diketahui sedang bersama di kapal yacht yang berlabuh di pelabuhan Santa Cruz sebelum pria berusia 51 tahun itu tewas pada November lalu.

Polisi yang melakukan penyelidikan menyebut, dari sejumlah bukti yang dikumpulkan termasuk rekaman video, Tichleman diketahui telah menyuntikkan heroin kepada Hayes hingga tewas.

"Bukanya memberikan pertolongan pertama atau menelepon 911, Tichleman justru merapikan barang-barangnya termasuk heroin serta jarum suntik yang digunakannya," kata keterangan polisi seperti dikabarkan CNN (Kamis, 10/7).

Usai menyuntikkan heroin, Tichleman sempat melangkahi tubuh Hayes beberapa kali sambil menghabiskan anggur. Ia juga sempat menyembunyikan tubuh Hayes agar tidak terlihat dari luar sebelum akhirnya pergi meninggalkan kapal.

Terkait kasus tersebut, Tichleman yang muncul di pengadilan di Santa Cruz didakwa dengan tuduhan pembunuhan, pemberian heroin kepada orang lain, pemberian membahayakan tubuh, pergerakan heroin lintas wilayah, kepemilikan heroin, serta prostitusi.

Sebelum ditangkap, polisi yang melakukan penyelidikan kasus kematian Hayes sempat menyamar sebagai klien potensial dan mengatur pertemuan dengan Tichleman dengan iming-iming bayaran 1.000 dolar AS pada 4 Juli lalu.

Polisi saat ini sedang mencari tahu apakah Tichleman juga pernah melakukan aksi serupa sebelumnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA