“Komite wasit dan staf teknis memutuskan daftar ini setelah dengan teliti memonitor kinerja sehari-hari para wasit dan asisten wasit,†tulis pernyataan FIFA.
“Sama seperti yang selalu kami perhatikan sepanjang turnamen, pertimbangan kualitas para wasit mencakup kriteria fisik, medis, dan aspek teknis.â€
Nishimura, wasit asal Jepang ini memberikan penalti kontroversial pada Brasil di laga pembuka Piala Dunia melawan Kroasia saat laga imbang 1-1. Neymar berhasil eksekusi penalti dan Brasil akhirnya menang 3-1.
Sedangkan kritik pada Velasco muncul setelah penampilannya di perempat final antara Brasil kontra Kolombia, Jumat lalu. Wasit La Liga ini dianggap terlalu lembek dan pelit kartu di laga sarat pelanggaran.
Total 54 pelanggaran tercipta selama 90 menit laga Brasil kontra Kolombia. Namun, Velasco hanya mencabut empat kartu kuning saja. Penyerang Brasil, Neymar, dilanggar keras sampai cedera tulang belakang tapi Juan Camilo Zuniga lolos dari sanksi.
Sementara pengadil asal Inggris, Howard Webb memang telah menunjukkan performa yang baik dalam memimpin dua pertandingan di Brasil. Webb memimpin sangat baik dalam pertandingan antara Kolombia versus Pantai Gading yang berakhir untuk kemenangan Kolombia 2-1. Selain itu, pria 42 tahun itu juga menjadi wasit pada 16 besar antara Brasil melawan Chile. Yang menarik dalam pertandingan tersebut, Webb menganulir gol Hulk karena handsball terlebih dahulu, keputusan Webb dianggap publik sebagai keputusan yang sangat tepat. Memang, Hulk pada saat itu tangannya menyentuh bola.
Adapun Cuneyt Cakir ditetapkan oleh FIFA untuk memimpin laga semifinal antara Argentina kontra Belanda. Sebelumnya, Cakir pernah memimpin dua pertandingan fase grup, yakni ketika Brasil bermain imbang tanpa gol dengan Meksiko dan saat Aljazair menahan Rusia (1-1). Dalam dua laga tersebut, wasit asal Turki ini mengeluarkan sembilan kartu kuning.
Pertandingan akbar terakhir yang diikuti pria 37 tahun ini adalah semifinal Piala Eropa 2012 antara Portugal melawan Spanyol. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan Spanyol 4-2 di adu penalti setelah skor kacamata tercipta di waktu normal dan babak tambahan.
Cakir yang mengawali karier internasional pada 2006 ini juga menentukan nasib Karim Benzema dkk lolos ke Brasil 2014 dalam duel play off Ukraina-Prancis. Ia juga mewasiti Final Piala Dunia Antarklub 2012 antara Corinthians vs Chelsea.
Pelit KartuKorps baju hitam di Brasil mendapat sorotan. Mereka dinilai bersikap kurang tegas terhadap para pemain yang tampil kasar di lapangan hijau.
Parahnya lagi, baru-baru ini media terkemuka Jerman, Bild, mencuatkan isu bahwa FIFA sengaja mengarahkan wasit-wasit tersebut agar pelit mengeluarkan kartu. Alasannya, otoritas tertinggi di sepakbola itu ingin pertandingan-pertandingan pada perhelatan di Brasil berjalan lebih menarik.
Pemberitaan tersebut tentu saja membuat FIFA geram. Lewat juru bicara, Walter De Gregorio, mereka langsung membantah kabar tidak sedap itu.
“Tidak ada rencana rahasia dari FIFA meminta wasit tak memberikan kartu kuning atau merah kepada pemain demi membuat laga lebih menarik dan meningkatkan rating televisi. Dengan kata lain, FIFA telah membiarkan pemain seperti Neymar menghadapi risiko cedera. Ini benar-benar tak bisa diterima,†kata De Gregorio.
“Sekali lagi saya katakan FIFA tak punya rencana rahasia. Dalam sudut pandang bisnis, memproteksi para pelakon utama, para pemain adalah hal terpenting yang harus dilakukan.â€
Kinerja para wasit itu semakin disorot usai pertandingan antara Brasil melawan Kolombia. Dalam laga itu tercatat ada 54 pelanggaran. Anehnya, dengan angka yang cukup tinggi itu, wasit Carlos Carballo hanya mengeluarkan dua kartu kuning saja dari sakunya.
Lebih dari itu, Carballo juga tak menghentikan pertandingan saat Neymar dihantam oleh Juan Zuniga dengan lutut sehingga membuat tulang punggungnya retak dan tak bisa memperkuat Brasil lagi sampai Piala Dunia ini berakhir. ***
BERITA TERKAIT: