“Saya dan Elias selalu berÂada di tribun penonton untuk menÂdukungnya dan Les Blues,†ujar Kadri.
Kekalahan yang dialami suaÂmi dan timnya memang sangat menyedihkan. Tapi, model yang masih seksi ini tidak perÂnah padam mengajak masyaÂraÂkat memberikan dukungan keÂpada negaranya.
“Terima kasih kepada Les Blues. Sudah buat kami bangÂga dan mengalami saat-saat meÂnegangkan ketika menduÂkunÂgÂnya,†paparnya.
Sebelumnya, sejak Piala DuÂnia digelar, kehadiran Kadri di tribun penonton membuat kaÂmera wartawan tidak henti-henÂtinya mengabadikan setiap gerakan dan tingkah lakunya. Memang, berprofesi sebagai moÂdel, aura Ludivine sangat terÂpancar dan terkesan natural.
“Bertabur bintang di lapaÂngÂan. Tapi kamera juga mengara ke saya. Bangga rasanya,†tanÂdasÂnya.
Rumah tangga Sagna dan KaÂdri jauh dari gosip miring. PaÂsangan yang menikah 2010 itu kini telah dikaruniai dua orang anak. Di mata Kadri, Sagna meÂrupakan pria idaman wanita.
“Sagna merupakan pria istiÂmeÂwa luar dalam. Saya merasa sangat beruntung, Tuhan menÂjodohkan saya dengan dia,†kaÂtaÂnya.
Kepribadian pemain 30 taÂhun keling itu tahu cara memÂbahagikan istri dan anak-anakÂnya. Ladri tidak menyangkal, keÂkuatan fisik Sagna ikut memÂpengaruhi kehidupan seksual mereka. “Jasmaninya sangat kuat. Dia sangat memuaskan di atas ranjang,†ungkap Ladri blak-blakan.
Wanita berambut panjang itu tidak peduli dengan penilaian, sang suami tidak memiliki waÂjah rupawan. Banyak kaum soÂsialita di Prancis menilai, Ladri tidak pantas bersanding dengan Sagna.
Untuk menghapus pandangÂan negatif itu, Ladri mengataÂkan, nyaman menjalani bahtera rumah tangga bersama Sagna meski pasangannya tidak diberi kelebihan wajah tampan.
“Wajah boleh dinilai buruk tapi perilaku serta tanggung jaÂwab dan kemampuan seks dia sangat luar biasa. Di lapangan, permainannya juga memikat, bukan?â€
“Saya telah menikah dengan Sagna sejak 2010 dan bertahan hingÂga saat ini. Itu artinya, saya tidak peduli orang bilang saya meÂmiliki suami berwajah jelek.†***
BERITA TERKAIT: