Suluh Nusantara: Tiada Tempat bagi Kekerasan dalam Demokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 04 Juli 2014, 13:15 WIB
Suluh Nusantara: Tiada Tempat bagi Kekerasan dalam Demokrasi
ilustrasi/net
rmol news logo . Aksi kader PDI Perjuangan yang mendatangi dan mengepung studio TvOne karena pemberitaanya yang dinilai menyudutkan Jokowi dinilai bisa mengancam demokrasi dan kebebasan pers.

Karena itulah, siang ini (Jumat, 4/7), Presidium Suluh Nusantara, Ton Abdillah Has, mau menggelar jumpa pers terkait dengan persoalan ini. Sebab bagi Suluh Nusantara, tiada tempat bagi kekerasan dalam demokrasi.

Bagaimanapun, upaya mengkritik pers harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan, misalnya dengan mengadukan ke Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maupun ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sementara pengepungan bisa dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan pers.

Terkait dengan pemberitaan Tv One, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sendiri menyesalkanya. Ia menilai pemberitaan itu meresahkan masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan pemuatan berita yang mengabaikan kaidah dan etika jurnalistik, serta secara sepihak menyerang Joko Widodo.

Sikap Megawati ini juga disesalkan balik oleh semua pihak. Tidak ada seruan Megawati kepada kadernya, misalnya untuk tak terprovokasi dan tidak menggunakan aksi-aksi yang bisa dianggap oleh banyak pihak sebagai tindakan anarkis. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA