Karena itulah, siang ini (Jumat, 4/7), Presidium Suluh Nusantara, Ton Abdillah Has, mau menggelar jumpa pers terkait dengan persoalan ini. Sebab bagi Suluh Nusantara, tiada tempat bagi kekerasan dalam demokrasi.
Bagaimanapun, upaya mengkritik pers harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan, misalnya dengan mengadukan ke Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) maupun ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sementara pengepungan bisa dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan pers.
Terkait dengan pemberitaan
Tv One, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sendiri menyesalkanya. Ia menilai pemberitaan itu meresahkan masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan pemuatan berita yang mengabaikan kaidah dan etika jurnalistik, serta secara sepihak menyerang Joko Widodo.
Sikap Megawati ini juga disesalkan balik oleh semua pihak. Tidak ada seruan Megawati kepada kadernya, misalnya untuk tak terprovokasi dan tidak menggunakan aksi-aksi yang bisa dianggap oleh banyak pihak sebagai tindakan anarkis.
[ysa]
BERITA TERKAIT: