Ekonomi Nasional Bisa Goyah Bila Jokowi Tak Jadi Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 03 Juli 2014, 22:30 WIB
Ekonomi Nasional Bisa Goyah Bila Jokowi Tak Jadi Presiden
jokowi/net
rmol news logo . Presiden terpilih akan sangat mempengaruhi mood investor memutar dananya di pasar finansial Indonesia. Dan sentimen positif investor asing terhadap Jokowi bisa berubah negatif seandainya calon nomor urut 2 itu gagal meraih kursi kepresidenan.

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan, Nusyirwan Soejono, setelah  melihat kepedulian institusi keuangan global menyoroti penyelenggaraan Pilpres. Sebagaimana riset Morgan Stanley, Selasa lalu (1/7), disebutkan bahwa pelaku pasar berharap figur reformis, Joko Widodo memenangkan pilpres yang akan datang.

"Apabila Jokowi kalah maka rupiah akan jatuh di angka Rp 12.300 per dolar AS. Semoga rakyat tidak salah menentukan pilihan nanti tanggal 9 Juli mendatang. Resiko demikian besar untuk perekonomian nasional apabila aspirasi rakyat untuk memilih Jokowi diganggu dengan berbagai kampanye hitam bahkan fitnah keji kepada Jokowi," kata Nusyirwan beberapa saat lalu (Kamis, 4/6).

Politisi dari daerah pemilihan Jawa Tengah itu memperkirakan rupiah akan jatuh lebih dalam lagi di atas Rp 13.000 per dolar AS apabila Jokowi diganggu untuk memenangkan Pilpres 9 Juli nanti. Nusyirwan juga mengapresiasi para investor yang menilai Jokowi merupakan sosok yang reformis dan bakal mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif.

Untuk itu, Nusyirwan berharap bila kelak Jokowi terpilih maka bisa mengawali pemerintahan dengan perekonomian yang tumbuh kondisif. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA