Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan, Nusyirwan Soejono, setelah melihat kepedulian institusi keuangan global menyoroti penyelenggaraan Pilpres. Sebagaimana riset
Morgan Stanley, Selasa lalu (1/7), disebutkan bahwa pelaku pasar berharap figur reformis, Joko Widodo memenangkan pilpres yang akan datang.
"Apabila Jokowi kalah maka rupiah akan jatuh di angka Rp 12.300 per dolar AS. Semoga rakyat tidak salah menentukan pilihan nanti tanggal 9 Juli mendatang. Resiko demikian besar untuk perekonomian nasional apabila aspirasi rakyat untuk memilih Jokowi diganggu dengan berbagai kampanye hitam bahkan fitnah keji kepada Jokowi," kata Nusyirwan beberapa saat lalu (Kamis, 4/6).
Politisi dari daerah pemilihan Jawa Tengah itu memperkirakan rupiah akan jatuh lebih dalam lagi di atas Rp 13.000 per dolar AS apabila Jokowi diganggu untuk memenangkan Pilpres 9 Juli nanti. Nusyirwan juga mengapresiasi para investor yang menilai Jokowi merupakan sosok yang reformis dan bakal mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif.
Untuk itu, Nusyirwan berharap bila kelak Jokowi terpilih maka bisa mengawali pemerintahan dengan perekonomian yang tumbuh kondisif.
[ysa]
BERITA TERKAIT: