Brasil, Panggung Kiper Unjuk Gigi

Rekor Penyelamatan Howard

Kamis, 03 Juli 2014, 09:10 WIB
Brasil, Panggung Kiper Unjuk Gigi
Tim Howard
Kecil Besar
rmol news logo Foto-foto Neymar, Messi, Robben atau Cristiano Ronaldo kerap menghiasi headline berita. Namun sesungguhnya, Piala Dunia 2014 adalah panggung kiper unjuk gigi. Klimaksnya sejauh ini aksi heroik kiper timnas Amerika Serikat Tim Howard yang bikin 16 penyelamatan dalam pertandingan 16 besar kontra Belgia di Arena Fonte Nova, Salvador.

AS akhirnya harus kalah 1-2 oleh Belgia dan seluruh gol tercipta di babak perpanjangan waktu. Gol pemecah kebuntuan Belgia diciptakan oleh Kevin de Bruyne pada menit ke-93, ditambah gol dari Romelu Lukaku pada menit ke-105. Tim asuhan Juergen Klinsmann memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui Julian Green pada menit ke-107.

Sebelum memasuki perpanjangan waktu, para pemain Belgia nyaris dibuat frustrasi oleh performa kiper Everton ini. Peluang-peluang yang didapat Divock Origi, Dries Mertens dan Kevin de Bruyne dimentahkan oleh Howard.

Menurut data Opta, jumlah penyelamatan Howard itu rekor baru, yang tertinggi dalam pertandingan tunggal di ajang Piala Dunia sejak 1966.Bicara soal kiper.

Konon di Brasil, tak ada seorang ayah pun yang mengharapkan anaknya menjadi seorang kiper. Para anak-anak akan mengundi siapa yang harus menjadi kiper.

Di Brasil pula, ada banyak sebutan yang ditujukan pada kiper seperti frangueiro (pengecut) atau peru (kalkun) dan mao de alface (tukang masak). Gawang yang kebobolan membuat sang kiper jadi bulan-bulanan suporter.

“Para fans selalu menunggu kesalahan,” kicau Zetti, mantan kiper timnas Brasil. “Jika penyerang, sembilan kali gagal membuat gol, tak ada yang menyalahkan mereka. Kiper yang melakukan satu kesalahan, maka pasti akan dihujat.”

“Mereka bilang jika gagal menangkap bola sama dengan gagal menangkap ayam. Itu amat menyakitkan. Saya selalu kesal mendengarnya,” tuturnya.

Bermula dari anaknya yang remaja meminta Zetti untuk melatihnya menjadi kiper. Berlanjut dengan mengawasi beberapa kelas di lapangan kecil di area Santa Amaro di kota Fechando o Gol. Disana, terdapat dua lapangan kecil berpagar yang didesain khusus untuk latihan kiper.

Seorang warga Sao Paulo Ronaldo Rocha awalnya ragu dengan ide Zetti saat membuat sekolah untuk kiper pertama kalinya. “Saya pikir, ini tidak akan berhasil,” kenangnya sambil memegang pundak anak laki-lakinya. “Sekarang anak saya kiper. Saya tidak tahu apa yang terjadi.”

Jaman dulu para fans berpikir Moacir Barbosa adalah kiper paling terkenal dalam sejarah Brasil. Tapi tidak ada yang terlalu suka karena Barbosa dianggap kiper yang membuat Brasil kalah dari Uruguay dalam final Piala Dunia 1950, pertandingan yang terus menghantui Brasil hingga kini.

Zetti menambahkan, Barbosa, yang meninggal 2000 lalu berkata, “Setelah pertandingan, ia merasa seperti dijebloskan ke dalam penjara seumur hidupnya.”

Namun, sentimen itu mulai berubah sejak Brasil berhasil mengalahkan Chile.
Julio Cesar menyelamatkan dua dari lima penalti Chile dan melaju ke perempat final. “Saya ingin lebih banyak wawancara seperti ini. Ini adalah mimpi saya,” kata Cesar.

Kosta Rika yang juga lolos ke perempat final memiliki kiper andal Keylor Navas yang mencetak sejarah baru di Piala Dunia. Namanya melambung saat menepis tendangan penalti melawan Yunani di Stadion Arena Pernambuco, Recife, Senin (30/6).

Dengan banderol 6,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 132 miliar, Navas pun menjadi kiper yang diperebutkan oleh banyak klub seperti Liverpool, Arsenal dan Atletico Madrid bila ia tidak memperpanjang kontraknya di klub Levante.

Kegemilangan juga ditampilkan kiper Meksiko Guilermo Ochoa. Kiper tanpa klub ini sukses menahan gempuran skuad Brasil dan Kroasia. Walaupun perjalanan El Tri harus terhenti di 16 besar, Ochoa mendapat gelar man of the match setelah kalah dramatis lewat penalti kontroversial Klass Jan Huntelaar.

Tak ketinggalan, Rais M’Bolhi, penjaga gawang Aljazair ini hampir membuat putus asa Thomas Mueller Cs. Setidaknya tujuh penyelamatan dibuatnya saat pertandingan 16 besar melawan Der Panzer.

Pria yang sempat trial di Manchester United ini pun dinobatkan sebagai man of the match pada pertandingan yang berlangsung selama 120 menit. Bersama Ochoa dan Buffon, ia menjadi kiper ketiga yang berhasil meraih gelar tersebut walaupun timnya kalah. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA