Alasan aksi digelar di Bundaran HI agar kasus yang merugikan negara Rp 1,5 triliun itu menjadi perhatian publik karena ada dugaan keterlibatan Gubernur non aktif Joko Widodo, yang sayangnya sampai sekarang Kejaksaan Agung urung memangil dan memeriksanya.
"Kami demo di sini karena sebagai jantung pusat kota, biar semua orang tahu bahwa kasus Jokowi ini fakta bukan isu," kata seorang peserta demo Zizau Ghe dalam orasinya.
Pengunjuk rasa memperingatkan Jokowi bertanggungjawab dan Kejagung harus menangkapnya. Menurut mereka jika Jokowi tidak ditangkap akan menimbulkan ketidakpercayaan publik.
"Jokowi yang menetapkan pemenang tender dan menandatangani kontrak proyek bus Transjakarta," kecam koordinator aksi, Vincent di tempat yang sama.
Sikap Jaksa Agung Basrief Arief yang tak berani menangkap dan menetapkan Jokowi sebagai tersangka sangat disayangkan. Apalagi Jaksa Agung malah berbohong menutupi keterlibatran Jokowi dalam kasus tersebut. Menurut Vincent, ada kesan Kejagung menutupi-nutupi keterlibatan Jokowi, seakan mengaburkan fakta dan tidak menetapkannya sebagai tersangka.
Dalam aksinya massa membawa spanduk dan empat baliho besar bergambar Joko Widodo, Ketua Umum PDIP Megawati, Jaksa Agung Basrief Arief yang bertuliskan "Jaksa Agung harus mundur kalau tidak bisa tangkap Jokowi sebagai tersangka korupsi bus Trans Jakarta Rp 1,5 triliun".
Sepanduk lainnya bertuliskan "Jokowi rampok uang rakyat Rp 1,5 trilun kasus bus Trans Jakarta. Harus Tangkap!!, dan "Jokowi koruptor tak layak jadi pemimpin". Pada tuntutannya juga massa Gema Indonesia Hebat mendesak kepada Kejaksaan Agung
Dalam tuntutannya, ratusan kader Gema Indonesia Hebat juga mendesak kepada Kejagung untuk segera menahan semua tersangka korupsi kasus Transjakarta dan BKTB.
"Meminta kepada Jaksa Agug mengedepankan asas keadilan dan tidak tebang pilih dalam kasus korupsi pengadaan Bustrans Jakarta dan BKTB," papar dia.
Ketika aksi berlangsung sempat terjadi insiden kecil. Sebuah bus Metromini yang mengangkut masa demonstran terbakar. Namun kejadian cepat diamankan aparat kepolisian. Sementara polisi berjaga-jaga mengatur jalannya aksi. Meski demikian arus dari arah Thamrin menuju Sudirman di perempatan bundaran HI ramai tapi lancar tak terlihat kemacetan.
[dem]
BERITA TERKAIT: