Bahkan kelima WAG‚s tersebut sempat-sempatnya berpose bareng. Sayang, kekasih mereka tak mampu meraih hasil sempurna. Menghadapi tim sekelas Ekuador, Prancis yang bermaterikan pemain bintang itu menyudahi laga dengan skor imbang, 0-0.
Pemain Puasa? Ada beberapa negara di Piala Dunia 2014 memiliki mayoritas pemain muslim. Untungnya, babak fase grup sudah selesai digelar dan ada hikmah bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina tidak lolos ke 16 besar, karena bisa menjalankan ibadah puasa di kampung halaman.
Tapi, bagi sebagian kecil pemain Perancis, Jerman, Swiss, Belgium, Aljazair dan Nigeria yang beragama Islam, mereka menghadapi pilihan yang sulit antara menjalankan ibadah puasa atau bermain sepak bola.
Pasalnya, cukup sulit bagi mereka untuk tetap bermain dalam keadaan puasa, mengingat sepak bola menguras tenaga yang maksimal. Kondisi ini menyulitkan pemain sepak bola dengan diet yang dikontrol ketat, terutama dalam kondisi iklim Brasil yang panas dan lembab.
“Tantangan iklim ini berusaha untuk mempertahankan hidrasi setiap hari, dan kedua mencoba untuk mempertahankan tingkat energi. Massa otot juga merupakan masalah. Penelitian menunjukkan bahwa orang dapat kehilangan massa otot melalui periode di awal Ramadhan,†jelas Emma Gardner, ahli gizi di
English Institute of Sport.
Pernyataan Gardner bertentangan dengan komentar Jiri Dvorak, kepala medis FIFA, yang mengatakan bahwa pemain tidak cepat mengalami penurunan kondisi fisik mereka, meski dalam kondisi berpuasa.
“Kami telah membuat studi ekstensif pemain selama bulan Ramadhan. Kesimpulannya jika Ramadhan diikuti dengan tepat, tidak akan ada penurunan kinerja fisik pemain,†kata Dvorak.
Gembong Narkoba DicidukKabar unik seputar Brasil 2014 terus bermunculan. Di Meksiko, seorang gembong narkotika diciduk polisi saat asyik nobar partai Meksiko versus Kroasia. Menurut saksi mata, gembong narkotika yang memiliki basis di wilayah Tijuana yakni Fernando Sanchez Arellano ditangkap masih mengenakan seragam kebesaran Timnas Meksiko berwarna hijau dengan garis merah putih. Di pipinya pun masih terlihat lukisan bendera Meksiko.
“Kami berharap hari ini dia sudah bisa kami bawa ke Mexico city untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,†ungkap Kepala Polisi Federal Meksiko, Monte Alejandro Rubido.
“Arelanno kedapatan membawa uang tunai 100 ribu US dolar ketika ditangkap,†tambah Rubido. Angka itu setara dengan Rp 1,2 miliar.
Sanchez Arellano mewarisi kepemimpinan kartel Arellano Felix dari pamannya, Javier Arellano Felix, yang ditangkap oleh penjaga pantai Amerika di perairan internasional di wilayah Baja, Meksiko pada 2006.
Pada masa 1990-an, kelompok ini menguasai sebagian besar peredaran obat bius dari kawasan Tijuana, Meksiko utara, ke Amerika Serikat. Namun dalam beberapa tahun belakangan, kartel penyelundup obat bius ini semakin melemah karena pemimpinnya ditangkapi atau dibunuh.
Sementara itu, seorang dokter di Meksiko melakukan operasi medis sambil menonton bola. Ia menaruh televisi yang menyiarkan pertandingan Meksiko melawan Kroasia di dekat meja operasi. Laga itu sendiri memang sangat penting bagi Meksiko untuk menentukan kelolosan mereka ke babak 16 besar.
Account Twitter dengan nama Dr. Santana mengunggah foto suasana operasi dengan menyaksikan laga Meksiko. Foto itu disertai tulisan ‘Inilah orang baik yang menyaksikan pertandingan timnas Meksiko’. Dalam babak 16 besar, Meksiko akan ditantang jawara Grup B Belanda. ***
BERITA TERKAIT: