Kemenangan ini sangat penÂting untuk memastikan Swiss lolos ke babak 16 besar. Swiss biÂsa lolos ke babak selanjutnya, deÂngan catatan di laga yang saÂma Ekuador mampu mengaÂlahÂkan Prancis. Pasalnya, Swiss dan Ekuador memiliki poin saÂma yakni tiga poin, tapi Ekuador menang selisih gol.
Sebenarnya, jalan yang dÂiÂtemÂpuh Swiss di laga penyiÂsiÂhan grup tidaklah mudah. MesÂki, meraih kemenangan atas timÂnas Ekudor 2-1 di laga perdana. Tim yang digawangi Ricardo RodriÂguez cs harus tunduk dari PeÂrancis yang berhasil memboÂbol gawang Swiss sebanyak lima kali, dengan hasil akhir 5-2.
Kondisi ini persis sama deÂngan empat tahun lalu, dimana Swiss kehilangan kesempatan unÂtuk unggul di dua laga pemÂbukaan. Sehingga, untuk lolos ke babak 16 besar, Swiss hanya bisa bergantung dan pasrah pada apa yang terjadi dipertandingan tim lain di Grup E antara EkuaÂdor dan Perancis.
Selain menggantungkan nasib, bertanding ditengah kondisi paÂnas dengan tingkat kelembapan dari hutan hujan Brasil di Arena da Amazonia menjadi tantangan yang harus dihadapi timnya melawan Honduras.
“Semuanya ada di tangan kiÂta,†kata pelatih Swiss Ottmar HitzÂfeld dilansir dari FoxÂnews.Âcom “Kami masih memiliki peÂluang bagus untuk lolos ke babak selanjutnya,†tambahnya.
Pria Jerman berusia 65 tahun itu yang semula berencana untuk mengakhiri kariernya setelah PiaÂla Dunia tahun ini, nampakÂnya masih tetap ingin bertahan lebih lama di turnamen dibanÂdingÂkan dengan tiga tim dari grup pertanÂdingan yang sudah diÂnyatakan lolos ke babak selanÂjutnya.
Hitzfeld, sebagai seorang peÂlatih yang telah dua kali juara Liga Champions, telah memimÂpin Swiss selama enam tahun, ia memÂbangun kembali dari titik rendah tiga tahun lalu ketika tim asuhannya gagal lolos ke Eropa 2012.
Tim yang dibawanya ke Brasil kali ini hanya baru sekali kalah dalam 18 laga setelah dua tahun lalu ditandaskan oleh Perancis.
“Itu hari yangIt was a bleak day for us,†kata Hitzfeld. “Kami tiÂdak mampu menunjukkan poÂtensi kami yang sesungguhnya saat itu,†sesalnya.
Untuk itu, dilaga hidup mati melawan Honduras, kemungÂkinan terbesar, Swiss tidak akan dikawal penyerang tengah terÂbaik mereka, Steve von Bergen akibat mengalami cedera patah tuÂlang di wajahnya dan masih haÂrus menjalani perawatan.
Gelandang Swiss Blerim DzeÂmaili bertekad akan memenaÂngi pertandingan kontra Honduras. “Semua orang boleh memelihara impian besarnya, tapi pertama-taÂma kita harus mengerjakan peÂkerjaan rumah dan hal itu adalah mengalahkan Honduras,†ujar Dzemaili.
“Kami sudah melihat tim-tim besar yang hanya mengandalkan individu dan tereliminasi dengan cepat. Kami harus memberikan semuanya bersama-sama, seperti yang kami tampilkan saat melaÂwan Prancis, namun kami juga mengalami ketidakberuntungan setelah mereka mencetak gol cepatnya,†katanya.
Sementara itu, meski sudah memastikan gagal ke 16 bebsar, Honduras tidak mau tampil ala kadarnya. Bomber Honduras, Carlo Costly tetap akan tampil makÂsimal di laga tersebut.
“Saya sangat senang ketika bisa mencetak gol karena sudah 32 tahun lamanya hal itu terjadi, sulit untuk melakukannya,†kata Costly dilansir dari FIFA.com. “Mitos kutukan yang selama ini membayangi kami sudah bisa dihentikan,†sambungnya.
Sementara itu, FIFA menunjuk Nestor Pitana wasit asal ArgenÂtina untuk pertandingan akhir Grup E nanti. Ini merupakan perÂtandingan Piala Dunia ketiga yang diawasi Pitana setelah KoÂrea Selatan meÂlawan Rusia dan Amerika Serikat lawan Portugal. ***
BERITA TERKAIT: