Hitzfeld Canangkan Kemenangan Besar

Rabu, 25 Juni 2014, 08:44 WIB
Hitzfeld Canangkan Kemenangan Besar
Ott­mar Hitzfeld
Kecil Besar
RMOL. Wajib menang. Itulah yang di­canangkan pelatih Swiss, Ott­mar Hitzfeld saat menghadapi Honduras dini hari nanti.

Kemenangan ini sangat pen­ting untuk memastikan Swiss lolos ke babak 16 besar. Swiss bi­sa lolos ke babak selanjutnya, de­ngan catatan di laga yang sa­ma Ekuador mampu menga­lah­kan Prancis. Pasalnya, Swiss dan Ekuador memiliki poin sa­ma yakni tiga poin, tapi Ekuador menang selisih gol.

Sebenarnya, jalan yang d­i­tem­puh Swiss di laga penyi­si­han grup tidaklah mudah. Mes­ki, meraih kemenangan atas tim­nas Ekudor 2-1 di laga perdana. Tim yang digawangi Ricardo Rodri­guez cs harus tunduk dari Pe­rancis yang berhasil membo­bol gawang Swiss sebanyak lima kali, dengan hasil akhir 5-2.

Kondisi ini persis sama de­ngan empat tahun lalu, dimana Swiss kehilangan kesempatan un­tuk unggul di dua laga pem­bukaan. Sehingga, untuk lolos ke babak 16 besar, Swiss hanya bisa bergantung dan pasrah pada apa yang terjadi dipertandingan tim lain di Grup E antara Ekua­dor dan Perancis.

Selain menggantungkan nasib, bertanding ditengah kondisi pa­nas dengan tingkat kelembapan dari hutan hujan Brasil di Arena da Amazonia menjadi tantangan yang harus dihadapi timnya melawan Honduras.

“Semuanya ada di tangan ki­ta,” kata pelatih Swiss Ottmar Hitz­feld dilansir dari Fox­news.­com “Kami masih memiliki pe­luang bagus untuk lolos ke babak selanjutnya,” tambahnya.

Pria Jerman berusia 65 tahun itu yang semula berencana untuk mengakhiri kariernya setelah Pia­la Dunia tahun ini, nampak­nya masih tetap ingin bertahan lebih lama di turnamen diban­ding­kan dengan tiga tim dari grup pertan­dingan yang sudah di­nyatakan lolos ke babak selan­jutnya.

Hitzfeld, sebagai seorang pe­latih yang telah dua kali juara Liga Champions, telah memim­pin Swiss selama enam tahun, ia mem­bangun kembali dari titik rendah tiga tahun lalu ketika tim asuhannya gagal lolos ke Eropa 2012.

Tim yang dibawanya ke Brasil kali ini hanya baru sekali kalah dalam 18 laga setelah dua tahun lalu ditandaskan oleh Perancis.

“Itu hari yangIt was a bleak day for us,” kata Hitzfeld. “Kami ti­dak mampu menunjukkan po­tensi kami yang sesungguhnya saat itu,” sesalnya.

Untuk itu, dilaga hidup mati melawan Honduras, kemung­kinan terbesar, Swiss tidak akan dikawal penyerang tengah ter­baik mereka, Steve von Bergen akibat mengalami cedera patah tu­lang di wajahnya dan masih ha­rus menjalani perawatan.

Gelandang Swiss Blerim Dze­maili bertekad akan memena­ngi pertandingan kontra Honduras. “Semua orang boleh memelihara impian besarnya, tapi pertama-ta­ma kita harus mengerjakan pe­kerjaan rumah dan hal itu adalah mengalahkan Honduras,” ujar Dzemaili.

“Kami sudah melihat tim-tim besar yang hanya mengandalkan individu dan tereliminasi dengan cepat. Kami harus memberikan semuanya bersama-sama, seperti yang kami tampilkan saat mela­wan Prancis, namun kami juga mengalami ketidakberuntungan setelah mereka mencetak gol cepatnya,” katanya.

Sementara itu, meski sudah memastikan gagal ke 16 bebsar, Honduras tidak mau tampil ala kadarnya. Bomber Honduras, Carlo Costly tetap akan tampil mak­simal di laga tersebut.

“Saya sangat senang ketika bisa mencetak gol karena sudah 32 tahun lamanya hal itu terjadi, sulit untuk melakukannya,” kata Costly dilansir dari FIFA.com. “Mitos kutukan yang selama ini membayangi kami sudah bisa dihentikan,” sambungnya.

Sementara itu, FIFA menunjuk Nestor Pitana wasit asal Argen­tina untuk pertandingan akhir Grup E nanti. Ini merupakan per­tandingan Piala Dunia ketiga yang diawasi Pitana setelah Ko­rea Selatan me­lawan Rusia dan Amerika Serikat lawan Portugal. ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA