Masih Berpeluang, Jepang Akan Mati-matian

Jepang Vs Kolombia

Selasa, 24 Juni 2014, 09:46 WIB
Masih Berpeluang, Jepang Akan Mati-matian
timnas jepang piala dunia 2014
Kecil Besar
rmol news logo Duel Jepang kontra Kolombia di Stadion Pantanal, dini hari nan­ti, sebetulnya sudah tidak pen­­ting lagi bagi Kolumbia. Pasalnya, Los Cafeteros, julu­kan Kolombia, sudah lolos ke ba­bak 16 besar. Namun, bagi Je­pang kemenangan akan sangat penting untuk membuka pelu­ang lolos.

Lolosnya Kolombia dari fase pe­nyisihan grup C Piala Dunia sejauh ini memang cukup me­nge­jutkan. Kolombia mampu men­jawab keraguan publik de­ngan mengalahkan Yunani (3-0) dan Pantai Gading (2-1).

Kini, Kolombia mengaku ti­dak mau berhenti melanjutkan tren kemenangannya. Mereka te­tap bertekad mengalah­kan Jepang supaya jadi juara Grup C. Aksi anak-anak asuhan Jose Peker­man ini kem­bali ditunggu pub­lik se­pakbola, karena sejauh ini me­reka sudah memberi rangkaian kejutan.

Pelatih Ko­lombia, Jose Peker­man me­nya­ta­kan, sudah dikan­tonginya tiket ke babak 16 besar bukan alasan buat Kolom­bia un­tuk tampil “ala kadarnya”.
“Kita akan segera mengha­da­pi Jepang yang pola per­mai­nan­nya mulai berkembang,” ujar Pekerman.

“Ya, kita sudah lolos (ke babak 16 besar), tapi jangan sangka bahwa kami akan tampil  main-main, ka­mi tetap akan tampil  se­rius seperti laga-laga sebe­lum­­nya,” jelasnya dilansir in­dependent.co.uk.

Pekerman  optimis tim­nya bisa meraih kemenang­an atas tim Samurai Biru, dan sia­pa pun la­wan yang akan me­reka diha­dapi di babak 16 be­sar nanti. Me­nurutnya, tim sa­ngat ingin me­nutup fase grup de­ngan men­jadi pemuncak kla­semen.

“Kami ingin jadi juara  grup, lagipula kami sangat se­nang jika bisa menang mela­wan tim-tim yang tangguh di grup ini. Kami memiliki ba­nyak pe­main muda. Pertandi­ng­an di babak penyisi­han ini bisa mem­bantu mereka untuk terus tum­buh,” pungkas Pekerman.

Terkait taktik yang akan di­terapkan, Pekerman mengaku Kolombia mungkin tidak akan melakukan banyak perubahan. Sekalipun ada, katanya, hanya akan ada rotasi di lini belakang.

“Bek sentral sekaligus kap­ten kami, Mario Yepes (38 th) ke­mungkinan akan diistirahat­kan. Ia mengalami ganguan saat ber­temu Pantai Gading. Ka­lau be­lum pulih, tempatnya mung­kin akan diisi Carlos Val­des (29 th), gerakannya ce­pat dan sudah tahu permainan yang baik, ia akan menemani Cristian Zapata (AC Milan) se­bagai pa­sangan sen­tral,” tuntas­nya.

Tindak tanduk Kolumbia di fase putaran grup C memang mengundang decak kagum se­mua pihak. Bersama Kosta Ri­ka, mereka membuktikan ka­lau tim-tim dari negara dunia ke­tiga tidak bisa lagi diangap remeh.

Salah satu pihak yang mem­berikan pujian kepada Kolom­bia adalah legenda Los Cafete­ros Carlos Valderama. Ia me­mu­ji kembalinya kejayaan se­pakbola Kolombia yang menu­rutnya, itu semua terjadi karena sentuhan dari Pekerman.

“Kami sangat bahagia karena kami tidak pernah memenang­kan dua pertandingan secara be­runtun di Piala Dunia dan ka­mi memiliki pemain ini. Me­reka membuat sejarah baru,” kata Val­derama, dilansir Fourfourtwo.

“Saya sangat mengagumi sang guru (Pekerman) dengan se­mua yang sudah dilakukan­nya. Dia sudah membangkitkan kembali identitas sepakbola Kolombia,” ujar mantan kapten Kolombia itu.

Sementara itu, Tim Samurai Biru, julukan Jepang tidak akan tinggal diam. Jepang akan tam­pil mati-matian. Pasalnya, Shin­ji Ka­gawa dan kawan-kawan ma­sih berpeluang lolos ke 16 besar, jika ber­hasil menang telak atas Ko­lombia.

Tapi, dengan syarat Yu­nani mengalahkan Pantai Gading dan penentuan siapa yang lolos akan ditentukan se­lisih gol. Na­mun, jika Pantai Ga­ding berhasil me­ngalahkan Yu­nani, maka ke­me­nangan Jepang akan sia-sia.

Pelatih Jepang, Alberto Zacha­ronni mengaku para anak asuh­nya siap melakoni laga terakhir kontra Kolumbia dengan serius. Tim Jepang, katanya, ingin mem­­buat kesan yang manis di Piala Dunia kali ini.

“Kami tidak puas dengan ki­nerja kami sejauh ini. Kami sed­ikit sekali mencetak gol. Jadi kami bertekad dapat me­nam­pilkan performa yang ter­baik untuk publik sepakbola ka­mi di laga melawan Kolom­bia,” ujar­nya dilansir Support­spot.com.

Sementara, gelandang serang Jepang Shinji Kagawa menga­takan dirinya belum tahu apa­kah akan tampil di laga kontra Ko­lumbia. Menurutnya, mi­nim­nya kontribusi dirinya ter­hadap je­pang bisa membuat sang pe­latih tidak akan menu­runkannya di laga ini.

“Tapi apapun itu adalah ke­putusan pelatih, tidak ada hu­bu­ngannya sama sekali dengan saya,” kata Kagawa.

“Saya meng­­hormati pelatih. Tapi saya akui, di pertandingan per­tama saya kurang optimal. Sama halnya keti­ka pertandi­ngan kedua, saya juga belum bisa mendapatkan hasil yang saya inginkan. Tapi aku akan mencoba untuk mengubah nya pada pertandingan berikutnya,” tutupnya.  ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA