Pemain-pemain Prancis meliÂhat ke kiri dan kanan karena lagu kebangsaan mereka tak kunjung keluar di sistem audio stadion. Begitu juga para pemain HonÂduras. Setelah menunggu bebeÂraÂpa saat, akhirnya kedua tim meÂlanjutkan berjabat tangan tanÂpa mendengar lagu kebangsaan mereka.
“Saya ingin mengucapkan perÂmintaan maaf yang paling menÂdalam atas nama FIFA terkait inÂsiden teknis gagalnya lagu keÂbangÂsaan Prancis dan Honduras berkumandang di Porto Alegre. Itu merupakan protokol antara tim nasional yang dilaksanakan atas nama FIFA,†tulis Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke.
Valcke menambahkan, rasa horÂmat merupakan bagian penÂting dari protokol FIFA. InvesÂtiÂgasi terkait masalah ini akan diÂlakukan.
Dalam peraturan pertandiÂngÂan, seluruh pertandingan sepakÂbola internasional dan persahaÂbatan memang diharuskan FIFA untuk mengumandangkan lagu kebangsaan.
Tidak ingin ketinggalan, akhirÂnya suporter Prancis berinisiatif menyanyikan lagu kebangsaan mereka, La Marseillaise, pada meÂnit ke-17. Atmosfir ini mamÂpu menghidupkan permainan Prancis yang sukses menang 3-0 atas Honduras.
Kiper sekaligus kapten tim Perancis, Hugo Loris mengataÂkan, tidak didengungkannya lagu kebangsaan telah menurunÂkan moral bertanding kedua tim saat laga berlangsung.
“Entah itu pejabat, atau para official (yang menyebabkan lagu tidak diputar), yang jelas kami yang terkena dampaknya dan itu saÂngat disayangkan,†kata Lloris.
Tak kalah kecewa dari PeÂrancis, adalah gelandang HonÂduÂras, Roger Espinoza.
“Teknologi yang mereka (panitia penyelengÂgaÂra) miliki tidak berfungsi. SaÂngat mengecewakan kami, kareÂna banyak di antara pemain kami yang baru pertama kali berlaga di kompetisi ini,†kata Espinoza.
Barra Brava MerangsekKemenangan Argentina 2-1 atas Bosnia di laga perdana Grup F, membuat semakin banyak fans garis keras Argentina, Barra Brava yang berupaya masuk ke Brasil.
Menurut laporan intelijen seÂtempat, Barra Brava akan meÂnyamÂbangi kota Belo Horizonte dan sekitarnya pada 21 Juni. KeÂdatangan fans rusuh ini berdeÂkatan dengan kedatangan hooliÂgan IngÂgris yang akan menyakÂsikan timnya bermain lawan KosÂta Rika, pada pertandingan peÂnyisihan Grup D 24 Juni menÂdatang.
Tentu, keadaan ini akan memÂbuat pihak keamanan di Brasil melakukan pengamanan ekstra ketat, mengingat track record hooligan yang buruk.
“Kami bisa memantau kelomÂpok yang memiliki sejarah kekeÂraÂsan. Sebelum laga kedua neÂgara, kami akan melakukan peÂngÂamaÂnan sebaik mungkin. TerÂmaÂsuk untuk semua pertandiÂngan,†ungÂkap Kepala Polisi BeÂlo Horizonte, Col. Alberto Luiz Alves.
Dari hasil razia, kepolisian sukÂses menangkap empat warga neÂgara Argentina yang terindiÂkaÂsi memiliki hubungan dengan BarÂra Brava.
Warga tadi berusaha memasuÂki Brasil melalui darat, di kota keÂcil Uruguaiana di negara baÂgiÂan Rio Grande do Sul, perbaÂtasan Brasil Selatan, Senin (16/6).
“Dua di antara mereka termaÂsuk di dalam daftar panjang pengÂgemar sepakbola pembuat ruÂsuh. Data tersebut memang diÂsediakan oleh Pemerintah ArÂgenÂtina, guna mencegah masukÂnya penggemar pembuat rusuh selama Piala Dunia,†ujar Alves.
Selain itu, seorang warga neÂgara Amerika Serikat juga tak diÂperkenankan memasuki Brasil peÂkan sebelumnya karena alasan yang sama.
“Tapi kami hanya akan tahu beberapa penggemar yang berÂbahaya jika mereka masuk meÂlalui udara dan dalam kasus BarÂra BraÂva, sebagian besar akan tiÂba lewat daratan. Ini akan saÂngat sulit untuk melacak mereka,†lanjut Alves.
Pembeli Tiket TerbanyakSampai kemarin, di luar fans Brasil, animo suporter terbanyak dalam hal pembelian tiket terÂcatat milik fans Amerika. SebaÂgai tuan rumah, Brasil, yang kali terakhir mengelar Piala Dunia paÂda 1950, menjadi negara dengÂan jumlah pembeli tiket terbaÂnyak dengan 1.363.179 kursi atau sekitar 60 persen dari perÂtanÂdingan-perÂtandingan turnaÂmen yang digelar di 12 kota itu. AS mengikuti di posisi dua diÂikuÂti oleh Argentina di posisi tiga.
Total ada 196.838 kursi yang diisi oleh para penggemar sepakÂbola yang berdomisili di AS. FakÂta ini boleh jadi memberi inÂdiÂkasi bahwa sepakbola kian diÂlirik di Negeri Paman Sam, kenÂdatipun faktor geografis bisa saja ikut memberikan faktor.
Sedangkan Argentina, negara rival Brasil di Amerika Selatan, menempati posisi tiga dengan 61.021 tiket. Suporter Jerman telah membeli 58.778 tiket dan fans Inggris di posisi lima dengan 57.917 tiket.
Setelah itu ada suporter KoÂlomÂbia dengan 54.477 tiket, diÂikuÂti Australia dengan 52.289 tiÂket, dan 38.638 tiket yang dibeli oleh fans dari Chile. MenggeÂnapÂkan sepuluh besar, ada PranÂcis dengan 34.865 tiket dan MekÂsiko dengan 33.694 tiket. Demikian diÂlaporkan Forbes dengan meÂnguÂtip data dari FIFA. ***
BERITA TERKAIT: