Dua Hal Ini Jadi Modal Utama Jokowi Hadapi Debat Kedua

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 14 Juni 2014, 12:10 WIB
Dua Hal Ini Jadi Modal Utama Jokowi Hadapi Debat Kedua
jokowi/net
rmol news logo . Konsep pembangunan ekonomi serta pengalaman di pemerintahan menjadi dua modal utama Jokowi dalam menghadapi debat capres pada Minggu besok (15/6). Apalagi Jokowi juga memiliki komitmen yang tinggi dalam membangun ekonomi Indonesia ke depan.

"Tentu Pak Jokowi siap adu debat karena memiliki pengalaman 10 tahun saat memimpin Solo dan Jakarta. Tema debat kedua Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat tentu sangat dinantikan. Beliau capres yang mempunyai konsep dan pengalaman memimpin di pemerintahan," kata politisi PDI Perjuangan, Nusyirwan Soejono, beberapa saat lalu (Sabtu, 15/6).

Menurutnya, Jokowi dan tim debatnya akan memberi masukan serta mengevaluasi pelaksanaan pembangunan  ekonomi dan kendala tercapainya kesejahteraan rakyat. Ia juga akan  menganalisa dan mencari solusi dimana letak kelemahan, pengambilan keputusan yang lemah dan tidak berjalan.

Menurut Nusyirwan, pinjaman luar negeri dan impor yang tinggi, serta persoalan infrastruktur yang tidak bisa diatasi oleh Pemerintahan saat ini, sudah menjadi perhatian serius Jokowi. Karena itu, paparan di debat tidak bisa lagi normatif, melainkan lebih keteknis.

"Sejak masa kampanye dimulai, salah satu perhatian Jokowi yang terus disampaikannya yakni adanya kelemahan transportasi distribusi barang antarpulau dari bagian barat-timur maupun utara-selatan Indonesia. Pak Jokowi menyebut pentingnya komektivitas antarpulau sehingga distribusi barang dan jasa bisa berjalan dengan baik. Karena hal itu, konsep tol laut diperkenalkan," lanjutnya.

Selama memimpin di DKI Jakarta, lanjut Nusyirwan, Jokowi juga sudah memulai mengurai beberapa persoalan dan kendala pembangunan infrastruktur di Ibukota Negara. Nusyirwan pun menitip pesan bagi capres Jokowi bila nanti mendapat amanah menjadi RI 1. Politisi dari daerah pemilihan Jawa Tengah ini menyebut pentingnya menekan biaya produksi yang tinggi, termasuk mengatasi problema bidang transportasi yang menyebabkan produk dalam negeri tidak kompetitif. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA