Rumput Gersang, Garis Lapangan Belum Ada

Arena Amazonia Menyedihkan

Jumat, 13 Juni 2014, 10:11 WIB
Rumput Gersang, Garis Lapangan Belum Ada
ilustrasi, Stadion Arena Amazonia
Kecil Besar
rmol news logo Ingin sekali menutup pembicaraan tentang buruknya persiapan Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia. Apa lacur, fakta di lapangan berbeda. Terbaru dilaporkan media kemarin, stadion Arena Amazonia, Manaus ternyata jauh dari kata ‘siap’.

Lewat bukti foto-foto yang dilansir Daily Mail atau Metro, Amazonia bak image stadion di Indonesia. Kondisi lapangan, rumput jarang, kering, permukaan tanah bergelombang. Garis pinggir dan lingkar lapangan pun belum ada. Jaring gawang juga belum terajut sempurna.

Bila tidak dikebut pengerjaannya sehari-semalam, entah apa reaksi dari para pemain Timnas Inggris dan Italia yang saling berhadapan di Amazonia, Minggu (15/6) dinihari WIB. Selain laga panas itu, Amazonia juga menggelar pertandingan dari grup A (Kamerun vs Kroasia), grup G (Amerika Serikat vs Portugal) dan grup E (Honduras vs Swiss).

Buruknya Amazonia sudah dicemaskan Roy Hodgson, pelatih The Three Lions. Ia sedih saat menerima laporan dari staf sepulang dari inspeksi lapangan.

Bahkan petugas stadion setempat menyebut kondisi permukaan lapangannya memang buruk. Fakta ini diperkirakan bakal lebih merugikan Inggris ketimbang Italia. Mengapa? Lantaran tren dan uji coba terakhir, Inggris bermain dengan pola dari kaki ke kaki bukan direct ke depan seperti kebiasaan Italia.

“Kami sudah mencoba semaksimal mungkin mengupayakan perbaikan namun menurut saya kondisinya tak akan sebagus yang diinginkan di akhir pekan nanti,” tutur Carlos Botella, pimpinan petugas lapangan di Arena Amazonia.

Menurutnya, upaya pemeliharaan lapangan di Manaus memang sulit. “Tak ada jalan, semua mesin dan material diangkut dengan kapal. Tak ada pupuk, tak ada benih rumput. Kami benar-benar kesulitan,” imbuhnya.

Tahun lalu, Hodgson sudah menyindir Manaus sebagai tempat yang dihindari kerena kelembaban serta udaranya yang panas.

Botella menyebut hujan dan masalah lumut sebagai penyebab buruknya kondisi lapangan ini. Kota yang berada di barat daya Brasil ini berada di tengah-tengah hutan tropis terluas di dunia dan hanya dapat dijangkau dengan pesawat dan kapal.

Upaya untuk memperbaiki kondisi permukaan lapangan ini sudah terlihat Rabu lalu dengan menggunakan pupuk tambahan. FIFA sendiri sudah mengeluarkan pernyataan bahwa para ahli yang diturunkan untuk meninjau lapangan mengaku puas atas kondisi saat ini.

Seolah ingin menenangkan situasi, bomber Wayne Rooney merasa masalah lapangan bukan problem serius buat para pemain profesional. Terlebih ini Piala Dunia.

“Lapangan itu sama buat kami dan Italia, jadi kami akan berusaha beradaptasi,” ujarnya.

 Amazonia sudah diresmikan pemerintah lokal Manaus dengan sebuah laga, Maret lalu. Namun 20 ribu fan yang datang banyak mengeluh.

Keluhan utama yang mencuat adalah panjangnya antrian di tempat pembelian makanan. “Saya mengantri di 15 menit terakhir babak pertama, tapi begitu babak kedua sudah akan dimulai, saya belum bisa memesan apapun,” kata Francisco Alves, salah satu fan, kala itu.

Pengerjaan toilet juga belum sepenuhnya selesai. Tidak hanya itu, ada sejumlah kebocoran di atap stadion serta bahan material yang tercecer di sejumlah sudut.

Menanggapi keluhan tadi, Gubernur Negara Bagian Amazonas, Omar Aziz justru merasa sudah puas.

“Memang masih ada beberapa detil yang harus diperbaiki, karena itu, kami menggelar test event ini,” kata Aziz.

Pembangunan Arena Amazonia dimulai pada Maret 2010 dan memakan biaya 290 juta dolar AS, meningkat 70 juta dolar AS dari perkiraan. Arena Amazonia merupakan salah satu dari enam stadion yang gagal memenuhi tenggat waktu pembangunan oleh FIFA, yang seharusnya sudah selesai pada akhir tahun lalu.

Inspirasi Arena Amazonia datang dari hutan hujan tropis terbesar di dunia yang berada di daerah Manaus, yakni hutan Amazon. Satu hal unik lainnya adalah ide konstruksi atap stadion ini. Ternyata, atap Arena Amazonia dirancang menyerupai bentuk keranjang jerami, yang merupakan produk paling terkenal di Manaus.

Manaus tidak memiliki klub sepak bola terkenal. Hanya ada beberapa klub semenjana di daerah ini, seperti Nacional, Sao Raimundo, Atletico Rio Negro, Nacional Fast, dan America FC. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA