Tak Diundang Ke Brasil, Pahlawan Urugay Kecewa

Jerman Tidak Gentar Ketemu Portugal

Jumat, 13 Juni 2014, 09:27 WIB
Tak Diundang Ke Brasil, Pahlawan Urugay Kecewa
Alcides Ghiggia
Kecil Besar
rmol news logo Pemain legendaris Uruguay Alcides Ghiggia mempertanya­kan panitia yang tidak mengun­dangnya pada acara pembukaan dan pertan­di­ngan perdana Brasil versus Kroa­­sia. Pe­main yang men­jadi penentu ke­mena­ngan Uruguay pada Piala Dunia 1950 heran karena tidak di­undang Federasi Sepakbola In­ter­nasional (FIFA) pada pembu­kaan.

Padahal, pria berusia 87 tahun ini merupakan undangan khu­sus dalam acara pengudian yang dilakukan di Bahia pada De­sember, lalu. Tapi, kali ini dia me­ngeluh karena diabai­kan pa­nitia penyelenggara.

“Saya tidak akan pergi ke turnamen itu karena saya tidak memiliki tiket. Ini untuk per­tama kalinya hal ini terjadi,” katanya kepada wartawan di luar Kong­res FIFA, Rabu (11/6), lalu.

Pada final Piala Dunia 16 Juli 1950 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Gigghia dan re­kan-rekannya di timnas Uru­guay menjadi sekelompok orang yang paling dibenci rakyat Brasil, karena berhasil mengalahkan tim Samba itu dengan skor 2-1.

Persitiwa ini dikenal dengan istilah “Maracanazo” ini meru­pakan Piala Dunia kedua buat Uruguay setelah 1930. Keka­la­han Brasil saat itu, dianggap se­bagai peristiwa terburuk da­lam sejarah bangsa ini dan ma­syarakat Brasil selalu ingin me­­lupakannya.

“Saya hadir di Jerman (Piala Dunia 2006) dan Afrika Sela­tan (2010), saya juga ada di Bahia dan mereka melayani saya deng­an naik. Pasti para pe­kerja FIFA yang tidak tahu apa yang harus mereka kerja­kan,” ungkapnya.

Para awak media akan mem­pertanyakan hal ini kepada Pre­siden FIFA Sepp Blatter pada akhir kongres ke-64 FIFA yang diadakan 24 jam sebelum pem­bukaan turnamen Piala Dunia dan pertandingan Brasil mela­wan Kroasia di Grup A. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA