Padahal, pria berusia 87 tahun ini merupakan undangan khuÂsus dalam acara pengudian yang dilakukan di Bahia pada DeÂsember, lalu. Tapi, kali ini dia meÂngeluh karena diabaiÂkan paÂnitia penyelenggara.
“Saya tidak akan pergi ke turnamen itu karena saya tidak memiliki tiket. Ini untuk perÂtama kalinya hal ini terjadi,†katanya kepada wartawan di luar KongÂres FIFA, Rabu (11/6), lalu.
Pada final Piala Dunia 16 Juli 1950 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Gigghia dan reÂkan-rekannya di timnas UruÂguay menjadi sekelompok orang yang paling dibenci rakyat Brasil, karena berhasil mengalahkan tim Samba itu dengan skor 2-1.
Persitiwa ini dikenal dengan istilah “Maracanazo†ini meruÂpakan Piala Dunia kedua buat Uruguay setelah 1930. KekaÂlaÂhan Brasil saat itu, dianggap seÂbagai peristiwa terburuk daÂlam sejarah bangsa ini dan maÂsyarakat Brasil selalu ingin meÂÂlupakannya.
“Saya hadir di Jerman (Piala Dunia 2006) dan Afrika SelaÂtan (2010), saya juga ada di Bahia dan mereka melayani saya dengÂan naik. Pasti para peÂkerja FIFA yang tidak tahu apa yang harus mereka kerjaÂkan,†ungkapnya.
Para awak media akan memÂpertanyakan hal ini kepada PreÂsiden FIFA Sepp Blatter pada akhir kongres ke-64 FIFA yang diadakan 24 jam sebelum pemÂbukaan turnamen Piala Dunia dan pertandingan Brasil melaÂwan Kroasia di Grup A. ***
BERITA TERKAIT: