Arief Poyuono adalah orang yang memergoki pertemuan Trimedya dengan Budi di sebuah restoran du kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
"Selain untuk mendapat kronologis peristiwa yang sesungguhnya, Bawaslu perlu menggali, apakah yag dilakukan arif dan hadir di tempat itu hanya sebuah kebetulan atau ada upaya untuk membuntuti gerakan timses Jokowi-JK sebagai sebuah operasi intelijen untuk mengantisipasi gerakan dan manuver lawan politiknya," kata Ketua Presidum Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 13/6).
Bawaslu, ungkap Neta, perlu mengusut, apakah benar pengakuan Polri bahwa pertemuan Budi dengan Timses Jokowi-JK hanya sebuah kebetulan. Lalu kenapa dalam pertemuan itu ikut hadir staf ahli Kapolri dan perwira menengah dari Baharkam Polri. Lalu kenapa pengusaha perjudian TKÂ juga hadir di tempat itu. Bahkan, ada juga anggota Komisioner KPU Hadar Gumay.
"Kenapa
kok semuanya serba kebetulan. Fakta-fakta inilah yang harus diungkap Bawaslu untuk kemudian diumumkan ke publik agar transparan, sehingga Pilpres 2014 berjalan lancar, aman, dan netralitas Polri tetap terjaga," demikian Neta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: