Pembukaan Bakal Kacau

Sao Paulo Banjir Demo

Selasa, 10 Juni 2014, 09:05 WIB
Pembukaan Bakal Kacau
ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Jantung Pemerintah Brasil ber­degup kencang. Deadline untuk me­reka menjamin kenyamanan dan ke­amanan para suporter hanya tersisa kurang dari dua hari lagi. Pasalnya kota Sao Paulo dan stadion Corin­thians ARENA sudah harus mem­buka Piala Dunia 2014 dengan sere­mo­nial yang disusul laga Brasil ver­sus Kroasia, 12 Juni.

Apa daya, kini hanya tersisa uc­apan doa dan itikad baik. Kebijakan keamanan represif kepolisian atas perintah Presiden Brasil Dilma Rous­seff boleh dibilang gagal meng­halau aksi demonstrasi kelompok penentang Piala Dunia.

Update situasi, ribuan pekerja kereta api bawah tanah kota Sao Paulo memperpanjang aksi mo­gok kerja dan mengancam akan menciptakan kekacauan trans­portasi tepat pada pembukaan.

Sebelumnya, pengadilan kete­nagakerjaan menyatakan aksi mo­gok para buruh itu adalah tin­dakan ilegal dan memberlakukan denda sebesar 222 ribu dolar AS kepada serikat pekerja setiap hari jika mereka tetap tidak bekerja.

Sampai kemarin, aksi mogok tersebut telah menciptakan ke­ma­cetan luar biasa di kota ber­penduduk 20 juta itu.

Ketua Serikat Buruh Altino Me­lo don Prazeres menegaskan, para pekerja kereta api bawah ta­nah harus menggunakan momen Piala Dunia dan pemilu pada ak­hir tahun ini untuk menekan pe­merintah.

“Ada Piala Dunia, pergelaran olahraga terbesar di dunia. Ke­mudian pemerintah negara ba­gian juga akan melakukan pe­mungutan suara pada akhir ta­hun, seluruh pihak harus bern­e­gosiasi,” kata don Prazeres.

Hitungan kasar, ada 9 ribu bu­ruh yang berdemonstrasi di sta­siun kota. Mereka menuntut ke­naikan upah minimum. Demon­strasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian unjuk rasa lain di berbagai daerah Brasil yang juga melawan pergelaran Piala Dunia karena menghabiskan anggaran negara sebesar 11 miliar dolar AS. Namun, Presiden Dilma Rous­seff bersikeras bahwa uang yang digunakan untuk Piala Dunia akan mewariskan infras­truktur transportasi yang modern sehingga menguntungkan Brasil di masa mendatang.

Di sisi lain, stadion Corin­thi­ans ARENA ternyata belum se­penuhnya selesai dibangun. Para pekerja konstruksi berpacu de­ngan waktu untuk proses fi­nis­hing.

Para pekerja konstruksi me­ngatakan kepada AFP bahwa ma­sih banyak yang harus dise­lesaikan, tetapi yakin mereka da­pat memenuhi tenggat waktu se­belum pertandingan pembukaan.

Dari aspek seremonial, diva berbokong seksi Jennifer Lopez mundur dari upacara pembukaan.

“Karena masalah produksi, Jen­nifer Lopez, salah satu artis dari lagu resmi We Are One, ti­dak dapat tampil dalam upacara pem­bukaan Piala Dunia FIFA,” ungkap FIFA dalam pernyataan resminya.

Untung saja, rapper Pitbull ber­janji akan menambal absennya J.Lo. Katanya tidak akan mengu­rangi antuasiasme artis penghibur.

“Menampilkan We Are One kepada dunia, terutama di negara cantik seperti Brasil, akan sangat menyenangkan. Namun lebih dari itu, ini akan menunjukkan pada dunia bahwa musik adalah bahasa universal,” kata Pitbull lewat pernyataan FIFA.

Upacara pembukaan selama 25 menit itu akan menampilkan 600 artis termasuk pesenam ak­robatik, trampolin, capoeira dan pejalan kaki dengan jangkungan. Kalau lancar, lebih dari 60 ribu orang tumplek blek di Corin­thians ARENA.

Bicara tamu lain. Setidaknya 20 kepala negara dari berbagai dunia telah mengonfirmasi keda­tangannya ke Brasil. Informasi dari Kepresidenan, rombongan per­tama para pemimpin dunia yang menyaksikan pembukaan akan duduk bersama Presiden Dilma Rousseff dan Sekjen PBB, Ba Ki-moon. Di antaranya, She­ikh Qatar Hamad Al-Thani, Pre­siden Rafael Correa (Ekua­dor), John Dramani Mahama (Ghana) dan Jose Mujica (Uru­guay). Pun, Desire Delano Bou­terse (Surina­me), Jose Eduardo dos Santos (Angola), Ali Bongo Odimba (Ga­bon), Horacio Car­tes (Para­guay), Presiden Evo Mo­rales (Paraguay) dan Perdana Menteri Zoran Milanovic (Kroasia).

 Perdana Menteri Jerman Angela Merkel dikabarkan tidak dapat menghadiri pembukaan, namun akan menghadiri pertan­dingan Jeman kontra Portugal di Salvador, Bahia, Senin (16/6). Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 akan me­nyak­sikan penutupan Piala Dunia di Rio de Janeiro, 13 Juli nanti.

Adapun Timnas Inggris dan Jer­man disusul Spanyol telah ti­ba di Brasil, Minggu (8/6). Total sampai kemarin sudah ada 18 Tim­nas yang datang.

Ratusan orang gembira bersa­ma menyambut Jerman yang tiba di Santa Crus Callabra, di timur laut negara bagian Bahia. Cukup berbeda dengan tim lain, Tim Pan­ser menyambung perjalanan mereka menuju kamp pelatihan mereka di Campo Bahia mema­kai kapal penyeberangan. Para pendukung Der Panzer mengi­bar-kibarkan bendera Jerman dan Brasil, berkostum hitam, dan menuju kamp berlatih mereka.

“Harapan mereka sangat ting­gi setiap kali Jerman hadir di putaran final Piala Dunia,” kata Manajer Timnas Jerman, Oliver Bierhoff.

Sedangkan Kamerun menun­da kedatangan karena perseli­sihan tentang bonus.
 
Para pemainnya menolak ma­suk ke kabin pesawat terbangnya sebelum dipastikan mereka akan mendapat bonus lebih dari 50 juta frank CFA (104 ribu dolar AS) per orang yang ditawarkan pe­merintahnya.  ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA