Terlebih, negara ini akan melaksanakan hajatan demokrasi yaitu pemilihan presiden dalam beberapa hari ke depan.
Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Kawasan Timur Indonesia Watch (KTI Watch) Razikin Juraid saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 9/6).
"Meninggalnya komandan OPM tersebut dapat saja memicu eskalasi konflik yang lebih luas dan berakibat pada terganggunya agenda Pilpres di wilayah Papua," ujarnya.
Papua, lanjut Razikin, merupakan wilayah perbatasan dengan negara tetangga yaitu Papua Nugini dan Australia, yang dalam waktu tertentu berpotensi besar dijadikan pintu masuk untuk menciptakan kekacauan bagi NKRI.
Maka dari itu, Razikin mengimbau agar kedua capres yang ada mempersiapkan skema penyelesaian secara menyeluruh apa yang menjadi permasalahan di Papua, secara khusus dan kawasan timur Indonesia secara umum. Hal ini sangat penting agar tidak ada ketimpangan antar daerah di dalam bangsa yang besar dan kaya raya ini.
"Terjadinya gejolak seperti ini ditimbulkan dari absenya kebijakan pemerintah saat ini dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kami harap baik Prabowo dan Jokowi memasukan solusi kesenjangan ini dalam visi misinya," ujar mantan ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: