Modal Untuk Laga Pembuka

Ghana Vs Korea Selatan

Minggu, 08 Juni 2014, 06:25 WIB
Modal Untuk Laga Pembuka
Michael Essien
Kecil Besar
rmol news logo Ghana dan Korea Selatan sama-sama berharap memetik kemenangan dalam laga uji coba di Stadion Sun Life Stadium di Miami, Selasa (10/6). Kemenangan itu akan menjadi modal berharga sebelum melakoni laga pembuka di grup masing-masing.

Bergabung di grup G, Ghana akan bersaing dengan lawan-lawan tangguh seperi Jerman, Portugal dan Amerika Serikat untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup di Brasil. Sedangkan Korea Selatan yang tergabung di grup H harus bersaing dengan calon kuda hitam, Belgia, Aljazair dan Russia untuk mengulang kesuksesan piala dunia tahun lalu, ketika negeri Gingseng itu melangkah ke fase knock out di Afrika Selatan.

Ghana akan mengandalkan tiga pemain veteran mereka, Michael Essien, Suley Muntari serta Kwadwo Asamoah pada laga uji coba terakhir kontra Korea Selatan sebelum terbang ke Brasil.

Pelatih Kwedi Appiah berharap, dengan menurunkan kekuatan penuh akan membantu timnya mengulang sukses pada Piala Dunia 2010 lalu. Ketika itu, tim berjuluk The Black Stars itu mampu melaju hingga babak perempat final.

“Selain tiga pemain penting kami tentunya, ada nama Christian Atsu dan Asamoah Gyan yang akan mengisi lini depan. Mereka pemain yang cepat dan tajam,” kata Appiah dikutip Mirror.

Atsu adalah winger muda asal klub raksasa liga primer, Chelsea yang tengah dipinjamkan ke klub Vitesse. Pemain 22 tahun membuat debut untuk tim nasional senior Ghana pada 1 Juni 2013 di pertandingan melawan Lesotho. Dia juga membuat gol pertamanya pada pertandingan yang dimenangkan Ghana dengan skor 7–0.

Sedangkan Asamoah Gyan adalah pemain yang pernah merasakan atmosfer liga Pimer saat berseragam Sunderland musim 2012. Striker kelahiran Accra ii telah meyimbang 31 gol dalam 60 pertandingan bersama timnas Ghana.

Di kubu Korea Selatan, menyebut pelatih Hong Myung-bo akan bertumpu pada kelincahan winger Bolton Wanderers, Lee Chung-yong.

“Swiss yang tiba di Seoul, November lalu menjadi tim yang tidak terkalahkan selama 18 bulan terakhir, tapi melalui kecepatan dan kemampuan Lee (Chung-yong), Swiss akhirnya menyerah 2-1,” kata Myung-bo dikutip The Guardian.

Sejarah mencatat, kedua tim sama-sama memiliki kekuatan yang berimbang. Baik Ghana maupun Korea sama-sama meraih kemenangan di dua pertemuan mereka.

Ghana unggul 3-1 atas Korea Selatan pada laga persahabatan 4 Juni 2006, dan Korea Selatan membalasnya dengan menekuk Ghana 2-1 di pertandingan uji coba 7 Juni 2011.

Kekalahan yang diderita Ghana saat melawan Belanda dan juga Korea yang kalah melawan Tunisia membuktikan, kedua tim sama-sama belum menemukan performa terbaiknya menjelang penyisian grup di Brasil, minggu depan. ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA