Nama mereka pun menjadi legenda karena loyalitas yang melampaui lebih dari dua dekade.
Namun sayang, berbeda dengan nama-nama di atas, keinginan untuk loyal terhadap klub tidak berbanding lurus dengan pihak manajemen klub. Ia adalah Frank Lampard. Lampard memang tidak menghendaki untuk hengkang dari Stanford Bridge, namun klausul perpanjangan kontrak Lampard tidak digubris oleh pihak manajemen klub.
Kenyataan ini terasa miris. Pasalnya, gelandang Chelsea itu telah bersama chelsea selama 13 tahun dan dinobatkan sebagai top score Chelsea. Selain itu pria berusia 33 tahun itu telah mencatatkan rekor sebanyak 648 penampilan dan menjadi top score Chelsea sepanjang masa dengan raihan 211 goal.
Tidak hanya itu, Lampard juga sukses membawa The Blues meraih 3 piala liga Inggris, 4 piala FA, dan 1 piala liga Eropa. Bahkan, pemain bernomor punggung delapan ini juga berhasil mempersembahkan satu piala yang menjadi impian tim London biru, yaitu gelar juara Liga Champions.
Namun, sederet torehan emas Lampard tersebut tak cukup membawanya untuk mengakhiri karir di Stanford Bridge, atau setidaknya singgah lebih lama lagi. Kini "sang pahlawan" ini, sedang mencari pinangan klub lain dengan status
free transfer.
Sejumlah klub yang kurang fovorit mencoba mendekati suami dari Christine Bleakley itu, seperti Quens Park Ranger (QPR) dan New York City FC.
[ysa]
BERITA TERKAIT: