Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya sesaat lalu, (Rabu, 4/6).
"Hingga 07.30 WITA (Rabu, 4/6), total korban yang bekerja pada PT. Firma Abadi, sebanyak 84 orang, dimana 72 orang korban selamat/hidup (masih dirawat di RSU AWS 7 orang), 5 orang meninggal dunia, dan 7 orang masih dicari tertimbun reruntuhan bangunan," kata dia.
Memasuki hari kedua pencarian korban runtuhnya bangunan ruko yang sedang dibangun di Kota Samarinda, proses evakuasi masih terus dilakukan.
Sutopo mengklarifikasi, setelah dilakukan pendataan ulang jumlah korban 84 orang, bukan 85 orang karena ada nama yang tercatat dua kali.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD dan relawan masih melakukan pencarian korban. Walikota Samarinda menunjuk Kepala BPBD Kota Samarinda menjadi komandan penanganan darurat.
"Alat-alat berat ditambah untuk mendukung pencarian korban. Basarnas mengerahkan alat dengan sensor infra red untuk mengidentifikasi lokasi korban yang tertimbun puing-puing bangunan," tandas Sutopo.
[rus]
BERITA TERKAIT: