Sigma: Gunakah Akal dalam Menentukan Capres, Bukan Nomor Urut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 02 Juni 2014, 08:57 WIB
Sigma: Gunakah Akal dalam Menentukan Capres, Bukan Nomor Urut
rm
rmol news logo . Bagi sementara masyarakat, angka tertentu bisa bernilai positif sementara angka yang lainnya bernilai negatif. Ada juga yang menilai angka tertentu lebih istimewa dibandingkan dengan angka yang lainnya.

Dalam pemilihan presiden (Pilpres) mendatang, Prabowo-Hatta dapat nomor urut satu. Sementara pasangan Jokowi-JK dapat nomor urut dua. Nomor urut ini pun segera ditafsirkan, misalnya melalui sudut pandang Feng Shui atau Primbon.

"Mau percaya pada Fengshui, silahkan. Mau percaya pada Primbon, ya monggo. Tetapi saya menyarankan agar masyarakat lebih mengendepankan rasio dalam memilih capres-cawapres, tanpa harus terjebak dalam makna angka-angka itu," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 2/6).

Said pun mengingatkan bahwa faktanya nomor urut tidak menentukan kemenangan capres. Pada 2004 misalnya, Pilpres dimenangkan nomor urut 4 (SBY-JK), sementara pada Pilpres 2009 dimenangkan nomor urut 2 (SBY-Boediono). [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA