Masih segar diingatan kita ketika Prabowo Subianto menunggang seekor kuda yang dan berpakaian safari serba putih, serta menyelipkan sebilah keris di pinggangnya yang diikat dengan sehelai kain dari salah satu daerah di nusantara.
Ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh Prabowo melalui penampilannya ketika itu, bahwa melalui keris dan kain tradisional mantan menantu Presiden Soeharto itu ingin mengatakan bahwa, Indonesia terdiri dari berbagai unsur budaya. Dan analogi seperti itu sah-sah saja karena nuansa seperti itu dapat dilihat dari berbagai sudut pandangan.
Menurut pengamat spiritual Zaenal Kenarok kepada
Rakyat Merdeka Online, Selasa malam, (27/5), Jokowi pun memiliki sebuah keris pusaka yang diberi nama Kyai Pancasona yang memiliki pamor kepemimpinan dan kharisma yang kuat bagi pemiliknya.
"Kalau keris yang dibawa Prabowo adalah keris Kyai Sanggar Jati yang mempunyai pamor kewibawaan yang kuat, teguh pendirian, dan disegani," ungkap Kenarok.
Dijelaskannya pula, Jokowi itu dapat dikategorikan sebagai pilihan hati atau perasaan, sementara Prabowo adalah pilahan jiwo atau sukmo.
Pilihan hati itu bisa dimainkan perasaannya, jadi sang pemilih bisa goyang sendiri ataupun mudah digoyang dengan berbagai isu. Sementara itu pilihan jiwo yang melekat di Prabowo otomatis para pemilih memilih dengan segenap jiwa dan raganya yang ikut manunggal, serta tidak mudah berpindah dalam menentukan sosok pemimpinnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: