Di satu sisi, dalam Rapimnas itu, SBY menyebarkan angket. Angket itu untuk menjaring aspirasi kader terkait dengan koalisi. Hasilnya, sekitar 57 persn kader menghendaki agar Demokrat netral.
Namun di sisi lain, juga ditegaskan bahwa angket ini sebatas menjaring aspirasi kader saja, dan bukan putusan partai. Sebab sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Demokrat, putusan untuk menentukan pasangan capres-cawapres berada di tangan Majelis Tinggi Demokrat.
Selasa sore nanti (20/5), Ketua Umum Partai Demokrat dan juga Ketua Majelis Tinggi, SBY, akan menyampaikan sikap dalam menghadapi Pilpres 2014, termasuk dengan arah koalisi yang akan dipilih.
Seorang elit Demokrat percaya, penyampaian sikap ini hanya basa-basi belaka. Sebab faktanya, SBY sudah memberi sinyal akan merapat ke Gerindra.
Elit Demokrat yang gagal masuk Senayan ini juga yakin, di mulut, SBY akan tetap menyampaikan bahwa Demokrat tetap netral. Namun lain di mulut, diam-diam SBY akan mendukung penuh dan mengerahkan kader untuk memilih Prabowo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: