"Aneh juga ya. Masa cawapresnya dari Konvensi lucu-lucuan yang dijagokan bukan pemenang konvensinya? Jadi, kalau dipaksakan, koalisi odong-odong
dong namanya," kata Wakil Bendahara Umum Golkar, Bambang Soesatyo, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 17/5).
Selain itu, lanjut Bambang, bila skenario itu berjalan dan Golkar ikut skenario tersebut maka Golkar masuk dalam jebakan batman. Maka Bambang mengingatkan agar elit Golkar lain dengan membangun koalisi dengan partai yg saat ini sedang dihukum dan dihujat rakyat.
Bagi Bambang, indikator Demokrat sedang dihukum rakyat sangat mudah dilihat. Partai Demokrat terjun bebas dan suaranya hilang 50 persen dibanding Pemilu 2009. Karena itulah Golkar akan menolak poros baru yang disodorkan SBY.
"Menurut saya Golkar merapat ke PDIP itu sudah tepat dan benar. Meskipun Capresnya petugas partai,
hehe," kata Bambang.
Dikabarkan, Golkar dan Demokrat sepakat membentuk poros baru di luar Jokowi dan Prabowo. Kedua partai sepakat untuk mengusung Aburizal Bakrie-Pramono Edhi Wibowo.
Kesapakatan diambil oleh tim 6 yang dibentuk bersama. Tim ini terdiri dari tiga orang Golkar dan tiga orang Demokrat. Dari Golkar ada MS Hidayat, Agung Laksono dan Idrus Marham. Sementara dari Demokrat ada Syarif Hasan, Jero Wacik dan Edhi Baskoro Yudhyono.
[ysa]
BERITA TERKAIT: