Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Saut P. Hutagalung dalam acara pembukaan World Ocean Bussines Forum (WOBF) di Manado (Rabu, 14/5).
"Penyelenggaraan forum ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bisnis bidang kelautan dan perikanan tentunya bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta mendukung upaya peningkatan ekonomi, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat," jelas Saut.
Forum tersebut, sambungnya, dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari 25 negara. Para peserta tersebut datang dari sejumlah unsur, baik pemerintah, organisasi regional, internasional, NGO, pelaku bisnis, ilmuan, dan akademisi.
Selain itu, negara pesera WOFB sendiri terdiri dari Argentina, Amerika Serikat, Australia, Brazil, Belanda, China, Finlandia, Gambia, Inggris, Irak, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Mauritius, Nigeria, Norwegia, Pakistan, Perancis, Filipina, Seychelles, Thailand, Uganda dan Vietnam.
"Sedangkan peserta dari dalam negeri terdiri dari pelaku usaha perikanan, rumput laut, pelaku pariwisata, lembaga riset, perguruan tinggi, NGO, Dinas Kelautan dan perikanan serta instansi pemerintah daerah," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: