Biasanya, contoh untuk membuktikan keyakinan ini adalah penelitian di Perancis. Warga Perancis, yang suka meminum red wine,
dan di saat yang sama memakan kadar lemak yang tinggi, jarang terkena serangan jantung.
Namun fakta ini, kini, mulai terbantahkan. Berdasarkan penelitian sejumlah ilmuwan terhadap 800 warga di Chianti, Italia, ternyata red wine tidak berpengaruh bagi kesehatan jantung. Penelitian ini menemukan fakta bahwa resveratrol, yang ada pada red wine, tidak dipastikan bisa menghentikan penyakit jantung atau memperpanjang kehidupan.
Selama sembilan tahun penelitian, tim yang dipimpin Profesor Richard Semba dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, ini menemukan ada 268 wanita dan pria meninggal, 174 berpenyakit jantung dan 34 orang terkena kanker. Padahal warga di Chianti, Italia ini biasa meminum red wine.
Sebagaimana dilansir
BBC (Selasa, 13/5), Profesor Semba mengatakan bahwa keuntungan apa pun dari meminum anggur merah, coklat hitam pahit atau buah beri, jika memang ada, kemungkinan berasal dari campuran unsur-unsur lainnya.
[mag1/ysa]
BERITA TERKAIT: