Penelitian Baru: Red Wine Tak Pengaruhi Kesehatan Jantung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 14 Mei 2014, 07:39 WIB
Penelitian Baru: Red Wine Tak Pengaruhi Kesehatan Jantung
ilustrasi/net
rmol news logo . Selama ini ada anggapan bahwa minum dari saripati anggun merah (red wine) bisa mengurangi potensi penyakit jantung. Dengan kata lain, meminum red wine bisa menyehatkan.

Biasanya, contoh untuk membuktikan keyakinan ini adalah penelitian di Perancis. Warga Perancis, yang suka meminum red wine, dan di saat yang sama memakan kadar lemak yang tinggi, jarang terkena serangan jantung.

Namun fakta ini, kini, mulai terbantahkan. Berdasarkan penelitian sejumlah ilmuwan terhadap 800 warga di Chianti, Italia, ternyata red wine tidak berpengaruh bagi kesehatan jantung. Penelitian ini menemukan fakta bahwa resveratrol, yang ada pada red wine, tidak dipastikan bisa menghentikan penyakit jantung atau memperpanjang kehidupan.

Selama sembilan tahun penelitian, tim yang dipimpin Profesor Richard Semba dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat, ini menemukan ada 268 wanita dan pria meninggal, 174 berpenyakit jantung dan 34 orang terkena kanker. Padahal warga di Chianti, Italia ini biasa meminum red wine.

Sebagaimana dilansir BBC (Selasa, 13/5), Profesor Semba mengatakan bahwa keuntungan apa pun dari meminum anggur merah, coklat hitam pahit atau buah beri, jika memang ada, kemungkinan berasal dari campuran unsur-unsur lainnya. [mag1/ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA