"Kerjasama enam negara disupport partner USID juga pemerintah Australia. Dalam implementasi melibatkan NGO, dan pelaksanaan lebih jauh melibatkan NGO nasional maupun lokal. Karena kawasan konservasi laut sudah jadi concern internasional," jelas Direktur Konservasi Agus Darmawan ketika memberikan keterangan dalam konferensi pers usai peluncuran CTMPAS di Novotel Manado, Sulawesi Utara (Selasa, 13/5).
Dijelaskan Agus bahwa banyaknya pihak yang terlibat terjadi karena kerusakan kawasan laut coral triangle memberikan dampak yang lebih luas.
"Kerusakan di Coral Triangle merusak wilayah perairan sekitarnya seperti Samudera Pasifik," demikian Agus.
Untuk diketahui, CTI-CFF merupakan gabungan enam negara yang secara geografis memiliki kawasan perairan kaya ekosistem yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon.
Melalui CTI-CFF, keenam negara sepakat dukung konservasi keragaman hayati berbasis masyarakat, pembangunan berkelanjutan serta pengentasan kemiskinan.
[rus]
BERITA TERKAIT: