"Ada kriteria-kriteria yang kita bangun bersama, salah satunya adalah bagaimana kawasan konservasi dikelola dan memberi manfaat bagi masyarakat," jelas Direktur Konservasi Agus Darmawan ketika memberikan keterangan dalam konferensi pers usai peluncuran Coral Triangle Marine Protected Area System (CTMPAS) di Novotel Manado, Sulawesi Utara (Selasa, 13/5).
Hal tersebut, terangnya, memiliki korelasi langsung dengan pengentasan kemiskinan.
Pasalnya, sambung Agus, pengelolaan wilayah konservasi melalui CTMPAS menerapkan prinsip pemberdayaan.
"Di tiap kawasan konservasi ada kelembagaan dan mekanisme sendiri. Sehingga ada identifikasi (permasalahan) di level bawah dan kita diskusikan bagaimana pengelolaan yang baik," lanjutnya.
"Prinsipnya tidak boleh mengusir masyarakat lokal, justru sebaliknya," demikian Agus.
Untuk diketahui, CTI-CFF terdiri dari enam negara anggota yang secara geografis memiliki kawasan perairan kaya ekosistem yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon.
Acara peluncuran CTMPAS itu sendiri menjadi pembuka dari rangkaian acara World Coral Reef Conference 2014 yang digelar di Manado sejak 13-14 Mei.
[rus]
BERITA TERKAIT: