Sebab, kata Direktur Eksekutif Sinregi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, bila merujuk hasil Mukernas II PPP bulan Februari lalu, nama Prabowo sebetulnya tidak termasuk di antara tujuh nama capres PPP. Dalam Mukernas itu, justru nama Jokowi yang termasuk diantaranya.
"Tapi itulah politik. Tidak bisa selalu ditafsir dengan ilmu mantik. Sifatnya yang dinamis dan bergantung pada konstelasi membuat kebijakan politik bisa berubah setiap saat," kata Said kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 12/5).
Namun satu hal yang pasti, karena sudah menetapkan pilihannya kepada Prabowo, ungkap Said, itu artinya PPP punya keyakinan bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu bakal memenangkan Pilpres.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: