"Untuk itu, Almisbat mengusulkan kepada Jokowi untuk fokus pada dua agenda kesejahteraan rakyat jika dipercaya memimpin Indonesia ke depan," kata Sekjen Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), Hendrik Sirait, dalam pernyataan Sikap Politik Almisbat, Minggu malam (11/5).
Sikap politik tersebut merupakan perasan dari hasil Temu Raya Nasional Almisbat yang berlangsung selama tiga hari di Jakarta. Sementara kedua fokus agenda tersebut adalah, pertama, mengatasi pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah membangun direktorat jendral baru di Kementerian Tenaga Kerja yang mengurusi masalah pengangguran.
"Direktorat ini yang akan bertugas untuk menciptakan lapangan kerja. Karena, adalah hak bagi semua angkatan kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dan itu merupakan tugas negara yang dijamin dalam konstitusi Republik Indonesia, memberikan jaminan pekerjaan yang layak terhadap warga negaranya," ujarnya.
Kedua, lanjutnya, Indonesia sebagai negara agaris harus berdaulat di bidang pangan. Sumber kemiskinan menurut data statistik itu ada di wilayah pedesaan, yang khususnya menimpa petani di lahan kering. Mereka masuk ke lembah kemiskinan karena tidak memiliki akses terhadap lahan, dan abainya pemerintah dalam mengupayakan peningkatan produktivitas petani lahan kering, lahan pertanian yang tak memiliki sistem irigasi.
Koordinator Kampanye Almisbat Indra P Simatupang menambahkan, apabila jumlah lahan pertanian kering yang luasnya mencapai 5,7 juta hektar ini ditingkatkan produktivitasnya, dari yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan 3 -3,5 ton gabah/per hektar menjadi 4-5,5 ton per hektar, maka dapat dipastikan Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras dari vietnam. Di saat yang sama, program pemberdayaan serta subsidi bagi petani miskin mutlak dilakukan.
"Pemerintahan Jokowi harus mampu menyediakan ketersediaan bibit dan pupuk untuk para petani miskin. Dengan peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani akan terwujud," tegas Indra, sambil mengatakan dua program pokok ini menjadi syarat utama yang perlu dilakukan pemerintahan Jokowi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
"Dan kami meyakini Jokowi mendengar dan merasakan jerit penderitaan petani miskin dan para penganggur," demikian Indra.
[ysa]
BERITA TERKAIT: