
. Pilihan paling realitis bagi Golkar saat ini dalam menghadapi Pilpres 2014 adalah mengusung calon wakil presiden, dan berkoalisi dengan capres yang punya elektabilitas tinggi.
"Pilihan untuk lebih baik menjadi cawapres merupakan pilihan yang rasional," kata Direktur Eksekutif Polcomm Institute, Heri Budianto, dalam diskusi "Pasca Real Count: Kemana Arah Partai Politik" di Cikini, Jakarta (Minggu, 11/5).
Menurut Heri, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie juga harus realistis dan mulai menjaring aspirasi yang berkembang di Golkar. Hal ini penting dilakukan untuk menaikkan posisi tawar Golkar dalam berkoalisi dengan Gerindra.
Selain itu, katanya, Golkar juga perlu mempertimbangkan berbagai hal terkait dengan kriteria cawapres yang akan disodorkan kepada Prabowo. Kriterianya pun harus sesuai dengan keinginan pasar pemilih saat ini yakni tokoh muda.
Dalam pandangan Heri, beberapa nama yang layak diusung menjadi cawapres itu adalah Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Priyo Budi Santoso, Luhut Binsar Pandjaitan, Agung Laksono, dan Ginanjar Kartasasmita.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Polcomm sendiri pada 3 April lalu, nama Jusuf Kalla menduduki peringkat teratas untuk mendampingi capres PDI Perjuangan, sementara nama Priyo Budi Santoso paling cocok jika mendampingi capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
“Prabowo dengan Priyo. Dia (Priyo) kan tokoh muda, tenang, dapat saling mengisi dengan Prabowo yang memiliki sikap tegas. Saya kira segera saja Golkar melakukan sebuah konsolidasi internal, jangan ditunda-tunda lagi Rapimnasnya,†ujarnya.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: