Syarif Hasan: Jokowi Tak Paham Survei!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/dede-zaki-mubarok-1'>DEDE ZAKI MUBAROK</a>
LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK
  • Sabtu, 10 Mei 2014, 15:41 WIB
Syarif Hasan: Jokowi Tak Paham Survei<i>!</i>
syarif hasan/net
rmol news logo . Setiap survei atau juga quick count dipastikan memiliki margin error, baik itu plus maupun minus.

Demikian disampaikan Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarif Hasan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 10/5).

Pernyataan Syarif Hasan ini untuk menanggapi keheranan capres PDI Perjuangan, Joko Widodo. Jokowi, di Manado, pagi tadi, mengaku heran mengapa suara Demokrat hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) berbeda dengan hasil survei atau quick count.

Berdasarkan real count, KPU menetapkan suara Demokrat sebesar 10,19 persen. Sementara berdasarkan quick count, rata-rata data lembaga survei menyebut perolehan suara Demokrat ada di angka 9 persen. Misalnya, Indikator Politik menyebut perolehan suara Demokrat 9,88 persen; LSI menyebut perolehan suara Demokrat 9,72 persen; CSIS dan Cyrus Media menyebut perolehan suara Demokrat 9,6 persen; dan LSN 9,7 persen.

Dengan data-data ini maka perbandingan antara quick count dengan KPU berada di bawah 1 persen. Dan ini sangat-sangat wajar sebab rata-rata margin error survei itu biasa ada di angka 2, atau bahkan ada yang 3 persen.

"Kalau ada yang mempertanyakan suara PD naik, itu artinya tidak tahu bahwa survei atau quick count itu punya margin error, bisa plus atau minus," demikian Syarif Hasan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA