Demikian disampaikan Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarif Hasan, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 10/5).
Pernyataan Syarif Hasan ini untuk menanggapi keheranan capres PDI Perjuangan, Joko Widodo. Jokowi, di Manado, pagi tadi, mengaku heran mengapa suara Demokrat hasil
real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) berbeda dengan hasil survei atau
quick count.Berdasarkan
real count, KPU menetapkan suara Demokrat sebesar 10,19 persen. Sementara berdasarkan
quick count, rata-rata data lembaga survei menyebut perolehan suara Demokrat ada di angka 9 persen. Misalnya, Indikator Politik menyebut perolehan suara Demokrat 9,88 persen; LSI menyebut perolehan suara Demokrat 9,72 persen; CSIS dan Cyrus Media menyebut perolehan suara Demokrat 9,6 persen; dan LSN 9,7 persen.
Dengan data-data ini maka perbandingan antara
quick count dengan KPU berada di bawah 1 persen. Dan ini sangat-sangat wajar sebab rata-rata
margin error survei itu biasa ada di angka 2, atau bahkan ada yang 3 persen.
"Kalau ada yang mempertanyakan suara PD naik, itu artinya tidak tahu bahwa survei atau
quick count itu punya
margin error, bisa plus atau minus," demikian Syarif Hasan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: