Atas dasar itulah, perekrutan pekerja di sosial media menetapkan syarat minimal telah menempuh pendidikan SMA.
Setidaknya itu yang ditemukan dari pekerja sosial media salah satu bakal calon presiden yang namanya digadang-gadang akan berlaga dalam pemilu presiden 9 Juli mendatang.
"Karena jawaban-jawabannya (di sosial media) harus berbobot. Ada mahasiswa ada juga sarjana," jelas salah seorang pekerja sosial media salah satu capres saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online, Selasa malam (6/5).
Ketika direkrut ia mengaku mendapat infromasi dari rekannya.
"Dikabari teman ada lowongan, kasih CV, wawancara. Tidak ada yang khusus, yang pasti harus bisa pegang sosial media, internet," lanjut mahasiswa sebuah universitas ini, yang memiliki 15 akun palsu di
twitter, facebook dan email ini untuk membela sang capres
Ia juga menyebut bahwa dirinya dikontrak untuk menjadi pekerja sosial media hingga perhelatan pemilu presiden. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak dijanjikan apapun bila calon yang dikampanyekannya tersebut memenangkan pemilu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: