Pemilik Akun Palsu Pembela Capres Minimal Berpendidikan SMA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 07 Mei 2014, 11:38 WIB
Pemilik Akun Palsu Pembela Capres Minimal Berpendidikan SMA
ilustrasi/net
rmol news logo . Pekerja media sosial yang merupakan bagian dari tim sukses salah satu bakal calon presiden tertentu tidak dapat dianggap remeh, karena harus mampu menyeimbangkan pemberitaan yang beredar di masyarakat.

Atas dasar itulah, perekrutan pekerja di sosial media menetapkan syarat minimal telah menempuh pendidikan SMA.

Setidaknya itu yang ditemukan dari pekerja sosial media salah satu bakal calon presiden yang namanya digadang-gadang akan berlaga dalam pemilu presiden 9 Juli mendatang.

"Karena jawaban-jawabannya (di sosial media) harus berbobot. Ada mahasiswa ada juga sarjana," jelas salah seorang pekerja sosial media salah satu capres saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Selasa malam (6/5).

Ketika direkrut ia mengaku mendapat infromasi dari rekannya.

"Dikabari teman ada lowongan, kasih CV, wawancara. Tidak ada yang khusus, yang pasti harus bisa pegang sosial media, internet," lanjut mahasiswa sebuah universitas ini, yang memiliki 15 akun palsu di twitter, facebook dan email ini untuk membela sang capres

Ia juga menyebut bahwa dirinya dikontrak untuk menjadi pekerja sosial media hingga perhelatan pemilu presiden. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak dijanjikan apapun bila calon yang dikampanyekannya tersebut memenangkan pemilu. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA