Tim sukses yang dimaksud mencakup mereka yang terlibat dalam sosialisasi, kampanye, atau promosi sosok, gagasan, serta visi-misi capres tertentu kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial. Media sosial ini dinilai efektif untuk membentuk opini dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Salah seorang yang bekerja di sosial media dari tim sukses salah satu bakal capres yang namanya kerap berseliweran di media nasional mengaku bahwa dirinya bertugas menyeimbangkan informasi yang muncul di masyarakat.
"Kalau ada berita negatif, kita jelaskan sebenarnya (di sosial media). Kalau positif kita puji. Kita seperti mempromosikan," jelas mahasiswa dari salah satu universitas di Jakarta ini saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online, Selasa malam (6/5).
Hal itu, sambungnya, dilakukan menggunakan sejumlah sosial media, antara lain adalah
facebook, twitter, dan email.
Ia mengaku bahwa akun sosial media yang digunakannya tersebut merupakan akun palsu, atau sengaja dibuat bukan dengan identitas asli.
Mahasiswa tersebut juga menyebut bahwa dirinya mengelola masing-masing lima akun
twitter, facebook, dan email.
"So, (totalnya) ada 15," sebutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tugasnya, ia kerap memperbaharui pemberitaan di media, terutama media
online yang berkaitan dengan bakal capres tersebut.
"Pokoknya posting berita tentang calon tersebut (seimbangkan pemberitaan)," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: