Demikian analisa Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin, sebagaimana disampaikan kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 7/5).
Dengan skenario dua capres, jelas Said, posisi Prabowo, sebagaimana terekam dalam survei, selalu berada di bawah Jokowi. Bila dimunculkan skenario cawapres, maka jarak elektoral antara Prabowo dan Jokowi semakin menganga lebar, apalagi bila pasangan Jokowi adalah Jusuf Kalla atau Mahfud MD
"Prabowo akan lebih anjlok lagi karena elektabilitas Mahfud dan JK masih di atas ARB. Masuknya Mahfud atau JK dapat mendongkrak Jokowi, sementara kehadiran Ical tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi Prabowo," ungkap Said.
Said menambahkan, elektabilitas ARB tak bisa di-
upgrade lagi. Dan perolehan suara Golkar di Pileg pada 9 April lalu berdasarkan hitung cepat mengonfirmasi hal itu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: