MEA 2015, Presiden Mendatang akan Hadapi Tantangan Berat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 05 Mei 2014, 21:28 WIB
MEA 2015, Presiden Mendatang akan Hadapi Tantangan Berat
dahnil anzar simanjuntak
Kecil Besar
rmol news logo Siapapun yang akan terpilih pada Pemilihan Presiden 2014 ini nanti langsung menghadapi tantangan berat. Yaitu, ketidaksiapan Indonesia menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 khususnya industri lokal dan ketenagakerjaan.

Industri lokal dipastikan akan kalah bersaing karena ekonomi biaya tinggi yang harus mereka hadapi sehingga produk mereka menjadi tidak kompetitif.
 
"Tenaga kerja lokal kita under skill, rata-rata hanya lulusan SD, lebih dari 50 persen tenaga kerja kita hanya lulusan SD. Pertanian kita akan semakin terpuruk karena komoditi pertanian kita dipastikan kalah saing dengan Thailand dan Vietnam. Dipastikan komoditi pertanian kedua negara tersebut akan menyerbu pasar kita," ungkap pengamat ekonomi Dahnil Anzar Simanjuntak (Senin, 5/5).

Menurutnya, Indonesia hanya siap pada dua hal. Pertama, sebagai pasar bagi produk dan komoditi negara-negara ASEAN lain.

"Kedua, sebagai penyedia tenaga kerja kasar atau TKI-TKW yang dikirim bekerja di negara-negara ASEAN lainnya," tandas dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten yang akrab disapa Anin ini. [zul]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA