"Saya yakin pertemuan Jokowi dan Samad di ruang VIP Bandara Adi Sucipto Yogyakarta kemaren bukan pertemuan kebetulan," tegas penggiat anti korupsi, Dahnil Anzar Simanjuntak (Senin, 5/5).
Pertemuan itu kian meneguhkan wacana dan romor Samad akan digandeng Jokowi menjadi calon wakil presiden. Dahnil menyayangkan hal tersebut. Karena semakin intens Samad cawe-cawe dalam wacana Pilpres dan politik praktis, akan mengganggu perspektif publik terhadap KPK.
"Kasihan pimpinan KPK dan unsur KPK yang lain yang berusaha melepaskan diri dari
image politisasi kasus korupsi, bisa dirusak dengan laku Samad yang agak politis," imbuh dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini.
Alasannya, Ketua KPK harus tampil sebagai juru bicara pemberantasan bukan justru mengeluarkan statement politis atau bertindak politis. "Saya sangat menyayangi sikap Abraham Samad yang justru tidak menghormati jabatannya dan institusi KPK," kesalnya.
Dahnil semakin kesal karena Samad tidak pernah dengan tegas menerima atau menolak andai dia ditunjuk sebagai pendamping Jokowi. "Samad harus menjaga syahwat politik sampai dia menuntaskan tugasnya sebagai Ketua KPK RI," kata Dahnil mengingatkan.
[zul]
BERITA TERKAIT: