"Tapi inilah politik dan akan selalu ada hal-hal yang di luar perkiraan. Semestinya yang dilakukan sekarang adalah saling menyatu memikirkan untuk kebaikan dan kemenangan Hanura pada Pemilu yang akan datang," jelas kader Partai Hanura, Hendrik Kawilarang Luntungan, (Senin, 5/5).
Karena itu caleg Hanura dari daerah pemilihan Sulawesi Utara ini menyesalkan desakan agar Ketua Bappilu yang juga cawapres Hanura Hary Tanoe mundur karena bertanggungjawab atas rendahnya perolehan partai besutan Wiranto itu.
Misalnya disampaikan Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi dan Wakil Sekjen DPP Hanura Kristiawanto. (Baca:
Mayoritas Kader Hanura Minta Hary Tanoe Mundur)
Menurutnya, tidak pada tempatnya kedua tokoh itu mendesak demikian. (Baca:
Wasekjen Hanura Desak Hary Tanoe Mundur dan Kembali ke Habitat)
"(Yuddy dan Kristiwanto) tidak melambangkan seorang politisi muda yang mengerti etika," tegasnya.
Alasannya, Hary Tanoe bergabung ke Hanura karena dilandasi niat tulus dalam membangun bangsa dengan segala idealismenya. "Jika hanya mementingkan usaha pribadi, dengan mudahnya pak HT bergabung dengan partai yang memiliki survei tertinggi dan bukan terendah," cetusnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, jika bukan karena HT mungkin Hanura jauh dari lolos
parliamentary threshold. Makanya, sebaiknya Yuddy dan Kristanto belajar etika politik dulu.
"Memalukan jika tokoh politik kita tidak paham etika apalagi tidak tahu berterima kasih. Karena Bapilu yang dipimpin HT adalah perwakilan partai dan tentu seluruh keputusan baik strategi ataupun keputusan lainnya telah disetujui oleh ketua umum Wiranto," demikian tokoh muda yang juga pengusaha nasional ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: