Karena itu, kata Suhardiman, Ketua Umum SOKSI Ade Komaruddin tidak mempunyai hak untuk menentukan calon presiden. Dan dukungan Ade Komaruddin pada Aburizal Bakrie bisa dikategorikan pelanggaran aturan organisasi.
"Dia (Ade Komarudin) sesungguhnya dia melanggar aturan yang bermain, dia tidak mempunyai hak untuk menentukan," kata Suhardiman di Kediamannya, Cilandak, Jakarta Selatan (Senin, 5/5).
Suhardiman pun akan mengumpulkan seluruh petinggi SOKSI se-Indonesia untuk membahas hal tersebut. Kata dia, dirinya akan mendengarkan bagaimana masukan dari para kader SOKSI terkait sikap Ade tersebut.
"Bagaimana nanti masukan dari para senior yang saya undang. Kalau seorang bawahan melawan atasan, tentu kan atasannya harus bertindak. Oleh sebab itu nanti saya undang seluruh petinggi SOKSI," tegas purnawirawan TNI ini.
Soal pencapresan Aburizal, Suhardiman berpendapat, akan susah memenangkan Pilpres. Karena dalam Pilpres Indonesia itu ada rumus baku yang hingga kini belum berubah.
"Menurut historis sejarah sosiologi, itu artinya sebagian besar masyarakat Indonesia itu terdiri dari orang Jawa. Jadi sampai kapan pun Presidennya itu pasti Jawa. Kalo bicara Ical, dia bukan orang Jawa," demikian Suhardiman.
[ysa]
BERITA TERKAIT: