Pro dan kontra ini semakin menguat tatkala Mabes Polri melakukan operasi sapu bersih dan
bedol deso terhadap perwira-perwira di kedua institusi lalulintas itu.
Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Wacth (IPW), Neta S Pane. Dan seharusnya, ungkap Neta, pro dan kontra ini tidak perlu terjadi, jika elit-elit Polri menyadari bahwa zaman sudah berubah dan reformasi Polri perlu didorong lebih kencang lagi. Sehingga kinerja dan kualitas pelayanan Polri kian membaik.
"Pihak-pihak yang menolak pembersihan di tubuh Polri bisa dikatakan sebagai perwira yang anti reformasi dan anti perubahan di Polri," kata Neta kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 3/5).
Menurut Neta, sikap Mabes Polri yang melakukan
bedol deso atau pembersihan besar-besaran di jajaran Direktorat Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim perlu didukung semua pihak, baik di internal maupun di ekternal Polri.
"Sebab, apa yang dilakukan Mabes Polri adalah untuk pembenahan kultur dan kinerja pelayanan jajaran lalulintas pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan Propam Polri," demikian Neta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: