Hanya Perwira Anti Reformasi yang Menolak Pembersihan di Tubuh Polri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 03 Mei 2014, 07:51 WIB
Hanya Perwira Anti Reformasi yang Menolak Pembersihan di Tubuh Polri
ilustrasi/net
rmol news logo . Nampak jelas ada pro kontra yang kuat di internal Polri pasca operasi tangkap tangan dalam dugaan suap di Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur.

Pro dan kontra ini semakin menguat tatkala Mabes Polri melakukan operasi sapu bersih dan bedol deso terhadap perwira-perwira di kedua institusi lalulintas itu.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Wacth (IPW), Neta S Pane. Dan seharusnya, ungkap Neta, pro dan kontra ini tidak perlu terjadi, jika elit-elit Polri menyadari bahwa zaman sudah berubah dan reformasi Polri perlu didorong lebih kencang lagi. Sehingga kinerja dan kualitas pelayanan Polri kian membaik.

"Pihak-pihak yang menolak pembersihan di tubuh Polri bisa dikatakan sebagai perwira yang anti reformasi dan anti perubahan di Polri," kata Neta kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 3/5).

Menurut Neta, sikap Mabes Polri yang melakukan bedol deso atau pembersihan besar-besaran di jajaran Direktorat Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim perlu didukung semua pihak, baik di internal maupun di ekternal Polri.

"Sebab, apa yang dilakukan Mabes Polri adalah untuk pembenahan kultur dan kinerja pelayanan jajaran lalulintas pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan Propam Polri," demikian Neta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA