Sementara Ryamizard Ryacudu yang belakangan disebut sebagai salah satu kandidat kuat cawapres untuk Joko Widodo menegaskan, aktivis bukanlah musuh negara. Musuh negara, menurut Ryamizard adalah pemberontak yang ingin mengubah NKRI.
Ketika peristiwa kerusuhan terjadi, yang diikuti dengan penculikan sejumlah aktivis, Ryamizard menjabat sebagai Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat dengan pangkat mayor jenderal.
"Saya enggak pernah culik-culik orang," kata Ryamizard ketika berbicara di Posko Relawan Pro Jokowi, Pancoran, Jakarta, kemarin (Rabu, 30/4).
"Tetapi kalau memberontak, saya hadapi. Seperti di Aceh, Papua. Kalau mereka minta (merdeka), yang lain nanti minta (merdeka). Bagaimana?" sambungnya lagi.
Begitu pun, Ryamizard menegaskan dirinya membuka diri untuk pembocaraan damai dengan pemberontak selama masih dalam kerangka NKRI. Nah, NKRI inilah yang menurutnya harga mati. Tidak boleh diubah jadi negara agama, negara komunis, termasuk negara federal.
"Kalau enggak mau (damai), ya perang," ujar peraih penghargaan Lifetime Achievement 2014 dari
Rakyat Merdeka Online ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: