Hari ini (Rabu, 29/4), Center for Information and Development Studies (CIDES) akan memaparkan pandangan terkait dengan situs yang ada di Cianjur, Jawa Barat itu. Dengan tema diskusi "Pemugaran Gunung Padang untuk Masa Depan Indonesia", Cides akan memaparkan secara kritis hasil temuan Gunung Padang untuk menentukan langkah-langkah konkrit ke depan dalam mengungkapkan misteri peninggalan peradaban tertua di dunia itu.
Akan hadir dalam diskusi ini arkeolog UI Dr. Ali Akbar, ahli geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Danny Hilman Natawidjaja, ahli arsitektur Ir. Pon Purajatniko dan ahli petrografi ITB Dr. Andri S Subandrio. Sementara pengantar diskusi akan disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan RI, Prof. Kacung Marijan.
Beberapa waktu lalu Ketua Tim Peneliti Katastropik Purba, Dr Danny Hilman, mengatakan bahwa akumulasi hasil riset Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang dilakukan dalam dua tahun terakhir ini berhasil membuktikan bahwa situs Gunung Padang bukan hanya luarbiasa bahkan boleh dibilang "beyond imagination".
Misalnya, kata Danny, situs megalitik ini berupa struktur teras-teras yang tersusun dari batu-batu kolom basaltik andesit yang terlihat dipermukaan bukan hanya menutup bagian atas bukit seluas 50x150 m2 saja tapi menutup seluruh bukit seluas minimal 15 ha. Gunung Padang adalah monumen megah seperti Machu Pichu di Peru.
Bisa disimpulkan, Gunung Padang terbukti benar-benar mahakarya arsitektur dari peradaban tinggi kuno yang hilang atau belum dikenal saat ini. Dengan kata lain, temuan bangunan di bawah Gunung padang adalah "breakthrough" untuk dunia ilmu pengetahuan dan sekaligus akan menjadi kebanggaan nasional yang tidak ternilai.
[ysa]
BERITA TERKAIT: