"Dan jika ini terjadi Jokowi dan PDIP sebagai pengusungnya akan panen dukungan," kata Direktur Lembaga Partisipasi Pembangunan Indonesia (Lespindo), Jailani Paranddy, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 31/3).
Jailani menilai dari sekian banyak nama yang diprediksi menjadi pasangan capres Jokowi, nama Jusuf Kalla dan Akbar Tanjung sangat potensial. Kedua tokoh ini potensial dilirik PDI Perjuangan karena keduanya mendapat dukungan publik yang tinggi di semua survei, disamping secara politik kedua sosok ini berasal dari partai Golkar yang diprediksi masuk tiga besar pemenang pemilu 2014.
"Posisi kedua tokoh ini yang sama-sama pernah duduk di pemerintahan, mewakili kelompok Islam, mantan aktivis HMI ormas kemahasiswaan islam terbesar, sekaligus mantan Ketua umum Golkar dan memiliki akar kuat serta basis pendukung signifikan di partai Golkar adalah kapital sosial dan politik yang besar bagi keduanya untuk dilirik PDIP," ungkapnya.
Jailani menambahkan, tradisi politik Golkar yang selalu ada dalam kekuasaan ditambah situasi internal Golkar yang tidak solid karena pro kontra pencapresan ARB yang tingkat elektabilitasnya terus anjlok, memberi peluang yang besar bagi kedua tokoh ini.
"Tentunya ini untuk mengubah arah politik di internal partai Golkar jika salah satu diantara JK dan Akbar akan dipilih PDIP untuk mendapingi Jokowi," demikian Jailani.
[ysa]
BERITA TERKAIT: