Demikian tekad Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, dalam kunjungan kerja ke di bumi Larvul Ngabal, Kabupaten Maluku Tenggara. Hatta pun berjanji akan memasukkan rencana ini ke dalam programnya dan akan langsung menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Perundustrian serta Menteri Kelautan dan Perikanan.
"Supaya ekosistem berbasis kelautan ini benar-benar didukung penuh dan dijadikan sebagai unggulan," ujar Hatta.
Dari hasil bincang-bincang dengan para nelayan budidaya rumput laut, pada Jumat kemarin itu (28/3), Hatta menemukan fakta bahwa bahwa penghasilan rata-rata perbulan para nelayan adalah Rp 5 juta, dengan rata-rata harga rumput laut mentah Rp14.000 per kg. Hatta pun mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan untuk meningkatkan produktifitas. Namun pemerintah juga mau agar nilai tambahnya juga meningkat dengan membangun industri olahan berbasis rumput laut.
Dalam kesempatan itu, Hatta Rajasa, yang didampingi Gubernur Maluku, Bupati Maluku Tenggara, Walikota Tual, Wakil Bupati Maluku Tenggara, juga berkunjung ke perusahaan perikanan terpadu di Desa Ngadi, Kota Tual. Menteri meninjau langsung pabrik pengolahan teri, pabrik surimi dan sejumlah fasilitas yang dimiliki PT Maritim Timur Jaya (MTJ).
Pada kesempatan tersebut, Hatta juga bertatap muka dan berbincang-bincang dengan para nelayan, yang mengakui bahwa saat keberadaan PT MTJ di Kota Tual sangat menguntungkan para nelayan, karena mereka bisa langsung menjual ikan hasil tangkapan ke perusahaan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: