"Ini dikerahkan untuk meraih target satu dapil satu kursi DPR RI. Dan sesudah pileg kita akan bicara soal kepemimpinan nasional ke depan," kata Wasekjen DPP PAN, Teguh Juwarno, beberapa saat lalu (Jumat, 28/3).
Pernyataan Teguh ini terkait dengan hasil survei Charta Politika pada Maret 2014 yang menyebutkan bahwa mayoritas publik memilih PAN karena figur-figurnya, seperti Hatta Rajasa, Amien Rais, Zulkifli Hasan dan Dradjad H Wibowo. Teguh pun memastikan, figur-figur itu aset PAN yang memiliki pendukung dan simpatisan masing-masing.
Menurut Teguh, nilai-nilai positif figur utama partai itu diinternalisasi menjadi nilai inti partai. Semua tokoh itu merepresentasikan nilai reformis, adil, amanah, dan berkemajuan. Dan harapannya, nilai inti partai itu bisa menjadi identitas PAN yang pada akhirnya akan membuat orang tertarik Pada PAN.
"Ini yang harus terus dimatangkan dan diformulasikan sehingga menjadi kekuatan," tukas Teguh.
Namun, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PAN itu melanjutkan bahwa tak boleh juga dilupakan ada 560 figur caleg yang saat ini bekerja keras di dapil untuk ikut membesarkan PAN. Dengan demikian, kuncinya adalah sinergisitas antar semua potensi dan kekuatan di dalam PAN, baik figur, strategi, dan kerja keras para caleg.
Berdasarkan temuan Charta Politika, sekitar 24,1 publik akan memilih PAN di pemilu 2014 karena tertarik dengan Hatta Radjasa. Sementara itu, 22,2 persen memilih PAN karena menganggap PAN mewakili aspirasi Muhammadiyah. Sedangkan 14,8 persen menyatakan tertarik PAN karena figur para caleg; 13 persen menyatakan karena tertarik figur Amien Rais; dan 7,4 persen karena sudah terbiasa memilih partai itu di pemilu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: