Awalnya, pemilih mengidolakan figur
hero. Namun saat ini, mereka merindukan dan menyukai figur yang jujur, bersahaja, dan merakyat.
Perubahan persepsi ini pun muncul di kalangan anak-anak muda.
Karena itu, kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana, gaya komunikasi politik Prabowo Subianto yang terkesan ofensif dan emosional sangat kontraproduktif. Publik akan menilai Prabowo, dan juga Gerindra, tidak memiliki kematangan emosional.
"Bahkan, publik bisa menilai ini temperamental dan cepat kalap dalam hadapi situasi krisis. Ini juga menunjukkan kualitas kepimpinannya," kata Ari Dwipayana beberapa saat dihubungi wartawan beberapa saat lalu (Kamis, 27/3).
Prabowo, dalam beberapa kesempatan kampanye, banyak menyindir lawan-lawan politiknya yang dinilai tidak konsisten dengan janji-janjinya. Sikap Prabowo ini bahkan diikuti langkah elit Gerindra lainnya yang mencari celah untuk terus memojokkan yang lain.
[ysa]
BERITA TERKAIT: