Perawakan Jokowi Mirip Prabu Kresna…

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 27 Maret 2014, 00:04 WIB
<i>Perawakan Jokowi Mirip Prabu Kresna…</i>
rmol news logo Pertarungan politik memang keras. Bukan hanya melalui media resmi, tapi menjamurnya media sosial menjadi ajang tersendiri menebar pesan. Setelah serangan bertubi-tubi terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, kali ini beredar pesan berantai dukungan terhadap bekas Walikota Surakarta itu melalui BlackBerry Messenger.

Calon presiden PDIP disamakan dengan Bung Karno, Pak Harto. Bahkan, Jokowi belakangan juga disamakan dengan tokoh pewayangan, Prabu Kresna.

"Yah, nggak apa-apa juga beredar pesan seperti itu. Intinya, sejauh tidak menjelek-jelekan orang lain kan positif saja," kata anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Beathor Suryadi kepada saat dimintai tanggapan, Rabu (26/3).

Menurut Beathor yang baru saja dilantik menggantikan almarhum Taufik Kiemas, yang tidak boleh adalah pesan-pesan yang sengaja menyudutkan figur tanpa alasan yang jelas, bahkan cenderung fitnah.

"KIta kan negara demokrasi, tapi semua yang disampaikan mesti sesuai etika, pantas nggak menuduh-nuduh tanpa fakta. Kalau sekedar isu menyamakan Pak Jokowi seperti prabu Kresna ya nggak apa-apa. Itu kan juga bukan maunya Jokowi," katanya.

Berikut isi berantai melalui BBM:

Ada ramalan tentang masa depan Solo dan Yogya tak lama setelah Giyanti ditandatangani, Yogya akan menjadi pewaris adat Mataram, sementara Solo menjadi kekuatan yang melanjutkan kejayaan Nusantara.

Terbukti ramalan itu benar:

1. Bung Karno, kakeknya adalah Bangsawan Solo yang angkat senjata melawan Belanda mendukung Pangeran Diponegoro, lalu kalah dan mengungsi ke Tulungagung.  Bung Karno Mendirikan Republik Indonesia dan menjadikan negara RI sebagai negara terkuat nomor lima dunia.

2. Pak Harto, setelah menikah dengan orang Solo dan dipercaya mendapatkan "Ndaru" darah biru Solo dari Mangkunegaran, memiliki kekuatan untuk menguasai Nusantara.

3. Baik Bung Karno dan Pak Harto, memiliki garis darah bangsawan. Sementara Jokowi adalah lambang rakyat marhaen, ia Murba dalam artian sesungguhnya. Dulu di tahun 1946 di Solo ada revolusi anti Swapraja, di tangan rakyatlah kedaulatan itu bermula, dari kota Solo pula-lah rakyat mengakui bahwa Jokowi yang bukan bangsawan itu, yang bukan berasal dari "Trah Anak-Anak Menteng" berhasil melejit jadi orang nomor satu di Republik Indonesia.

Seperti ramalan dalam kitab Musasar:

”Pada suatu masa nanti bekas kerajaan Majapahit akan lebih adil dan makmur apabila dipimpin oleh anak yang lahir di dekat Gunung Lawu. Rumahnya pinggir sungai. Masa kecilnya susah, dan tukang mencari kayu. Badannya kurus seperti Kresna. Wataknya keras kepala seperti Baladewa. Kalau memakai baju tidak pantas. Ada tahi lalat di pipit kanannya dan mempunyai pasukan yang tidak kelihatan….”

-Jokowi lahir di Solo, (Kota Solo identik dengan Gunung Lawu karena merupakan kota terbesar yang berada dalam lingkaran lereng Gunung Lawu).

-Rumahnya di pinggir sungai (Sepanjang masa muda Jokowi ia hidup dan tinggal di pinggir sungai kalianyar).

-Masa kecilnya susah (Jokowi adalah anak orang tidak punya, ia seperti kebanyakan anak Indonesia, berjuang dari kecil untuk sekolahnya).

-Perawakan Jokowi mirip Prabu Kresna ya.
[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA