"Pak Din sering diundang dalam forum-forum internasional, termasuk PBB. Nama beliau juga sangat popular di berbagai negara dan pandangan-pandangannya cukup di dengar komunitas internasional," kata Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 25/3).
Dalam hal jaringan kepada kelompok muslim, menurut Sukron, juga ini dimiliki Din dan sangat dibutuhkan Jokowi. Bagaimanapun, komunitas-komunitas muslim perlu diakomodasi, dan terutama lagi Jokowi masuk dalam kategori kelompok nasionalis.
Di luar itu, lanjut Sukron, menduetkan Jokowi dengan Din juga akan memperkuat dan memperluas jaringan. Bila Jokowi berasal dari kelompok masyarakat kelas bawah, maka Din bisa menggaet kelompok menengah-santri dan terdidik.
"Jangan lupa, Muhammadiyah punya anggota lebih dari 30 juta orang, dan itu terdata secara rapi," ungkap Sukron, yang mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Sukron memastikan, Muhammadiyah secara organisasi tidak berpolitik praktis. Namun bila ada tokoh Muhammadiyah sekelas ketua umum maju dalam pilpres hampir bisa dipastikan mayoritas Muhammadiyah akan memilihnya meski tanpa ada instruksi sekalipun.
"Hal ini karena rasa ke-Muhammadiyah yang sama," demikian Sukron.
[ysa]
BERITA TERKAIT: